Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SENGGANG

SULAWESI

EDUKASI

» » » Isu DOB Jadi Viral, Diskominfo Sebut itu Bukan Hoax
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama

Supratman Andi Agtas Masih Diam, Kemendagri: Moratorium Masih Berlaku.

Parigi Moutong- Siaran pers Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Parigi Moutong soal pemekaran Daerah Otonom Baru (DOB), kini jadi gunjing. Tak tanggung-tanggung, isu tersebut mendadak viral di media sosial.

Rislan
Kabid Informasi, Komunikasi Publik
Diskominfo Parigi Moutong
Pun halnya di dunia nyata, hal itu menjadi diskusi dadakan di sela bincang-bincang warga. Salah satunya warung kopi menjadi letak perbincangan soal rencana mekarnya dua daerah di Kabupaten Parigi Moutong. Adalah Kabupaten Tomini Raya dan Kabupaten Moutong.

Yang bikin menarik dan jadi viral, pasca terpublisnya release Diskominfo pada 19 Juni, terbit berita klarifikasi yang membantah isu tersebut.

Seperti dilansir tribunnews.com, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Kepala Pusat Penerangan, Bahtiar membantah isu serta beredarnya berita bohong mengenai rencana pemerintah melakukan pemekaran 57 calon kabupaten baru dan 8 calon provinsi baru.

Melalui tribunnews.com pada Sabtu 22 Juni 2019, Bahtiar mengatakan moratorium daerah pemekaran baru (DOB) masih berlaku hingga sekarang. Moratorium tersebut berisi kebijakan pemerintah untuk tidak melakukan pemekaran terhadap sejumlah daerah karena dinilai bertentangan dengan semangat otonomi daerah.

Melalui moratorium itu pemerintah berupaya menata daerah-daerah yang sudah ada serta mendorong peningkatan kualitas daerah yang masih tertinggal.

“Kami tidak pernah membuat rilis soal calon 57 kabupaten dan 8 provinsi baru, isu tersebut bohong. Berita itu tak berdasar karena jelas hingga sekarang pemerintah masih menjalankan moratorium DOB,” ungkap Bahtiar.

Bahtiar pun berencana melaporkan media massa online yang mencatut namanya dan Kemendagri atas pembuatan berita bohong tersebut ke Dewan Pers.

Ia mengatakan pemberitaan bohong tersebut tak hanya merugikan dirinya namun juga menurutnya memfitnah secara terang-terangan institusi Kemendagri di ruang publik.
“Kami akan segera laporkan ke Dewan Pers karena media tersebut telah melakukan kejahatan dengan mengarang dan menyebar berita fitnah,” pungkas Bahtiar.

Sementara itu, Anggota DPR RI Supratman Andi Agtas ketika dikonfirmasi melalui nomor whatsAppnya, pada pukul 20.29 Wita hingga 23.37 Wita, belum menanggapi.

Klarifikasi Supratman Andi Agtas dianggap perlu sebab dalam release Bupati Parigi Moutong Samsurizal Tombolotutu membawa-bawa nama Supratman Andi Agtas.

Menurut Samsurizal dalam siaran pers via Diskominfo bahwa Supratman Andi Agtas sedang memperjuangkan DOB di Jakarta.

Selain Supratman Andi Agtas, penulis release Diskominfo, Rislan, menyatakan kalau informasi yang terpublis itu bukan hoax. Katanya pemberitaan tersebut berdasarkan diskusi bersama Samsurizal Tombolotutu di rumah jabatan bupati.

“Ia, itu kata pak bupati yang kita diskusikan di rujab,” tulis Rislan menjawab pertanyaan wartawan lewat whatsApp, 23 Juni 2019.

Rislan diketahui sebagai Kepala Bidang (Kabid) Informasi, Komunikasi Publik Diskominfo Parigi Moutong.

Reporter/Editor: Andi Sadam

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama