Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SENGGANG

SULAWESI

EDUKASI

» » » » Bantuan PKH prioritaskan Kebutuhan Dasar
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama

Palu – Menteri Sosial Republik Indonesia, Khofifah Indar Parawansa menekankan kepada masyarakat penerima bantuan non tunai Program Keluarga Harapan (PKH) di Kota Palu, Sulawesi Tengah agar memanfaatkannya untuk kepentingan dasar.


“Uang bantuan non tunai dari program PKH harus digunakan untuk kebutuha dasar. kalau ada suami ibu-ibu disini meminta uang itu digunakan hal-hal tidak berarti jangan diberikan, karena bantuan ini harus di pergunakan sebagai mana mestinya,” tegas Mensos,  Khofifah saat bertatap muka dengan keluarga PKH di ruang auditorium Pemkot Palu, Jumat (9/6).
Mensos mengatakan, bantuan non tunai ini di khususkan untuk kepentingan pendidikan, ekonomi, kesehatan dan kebutuhan dasar lainnya bagi penerima manfaat. Olehnya, bantuan yang telah disalurkan itu, sebaiknya tidak dipergunakan untuk kepentingan lain.
Menurutnya, penyaluran bantuan non tunai kepada warga miskin di daerah diseluruh tanah air merupakan upaya pemerintah menekan angka kemiskinan. Sehingga lewat PKH, diarapkan derajat hidup masyarakat bisa sejahtera.
Selanjutnya papar dia, bantuan non tunai dari pemerintah pusat ini akan disalurkan secara bertahap dengan total nilai pertahun Rp1,9 juta, yang mana tahap pertama sudah di salurkan dengan besaran nilai sekitar Rp 500 ribu. 
Upaya menekan laju pertumbuhan kemiskinan tidak hanya berhenti sampai disitu, Kementerian social kembali membentuk program selanjutnya bernama Kelompok Usaha Bersama (Kube), yang mana sasarannya yakni keluarga sangat miskin dengan harapan program itu melekat di keluarga PKH.
“Kelompok usaha bersama dimana adalah mereka yang terdaftar dalam program keluarga harapan, sehingga pengawalan program ini perlu sinergitas antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat,” jelasnya.
Disamping itu, pemegang  kartu keluarga sejahtera yang saat ini telah dirancang menjadi kartu ATM yang dikerjasamakn dengan pihak perbankan, maka di tahun 2018 mendatang pemerintah pusat mengupayakan pencairan bantuan dasar non tunai melalui KKS mulai dari bantuan pangan, bantuan supsidi listrik termasuk  Gas Lpiji 3Kg.
“Insya Allah tahun 2018 bantuan gas elpiji 3kg dan supsidi listrik prncairannya bisa diakses lewat kartu keluarga sejahtera,” jelas  Khofifah.WN

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama