Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SENGGANG

SULAWESI

EDUKASI

» » » » » Sebagai Wadah Musisi Lokal, ASMI Sulteng Dibentuk
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama

ASMI Sulteng Dibentuk
(Foto:istimewa/jurnalsulawesi)
Palu – Asosiasi Seniman Musik Indonesia (ASMI) se-Sulawesi Tengah bertujuan sebagai wadah komunikasi para musisi lokal dideklarasikan di Palu.

Ketua ASMI Sulteng Ikbal Khan mengatakan, selain sebagai wadah komunikasi bagi para senimal lokal, asosiasi ini juga untuk mencari bakat para musisi muda yang bertalenta untuk menekuni seni yang digelutinya menjadi lebih profesional.

Menurut Ikbal, dengan terbentuknya ASMI Sulteng, para musisi lokal akan memiliki sandaran dalam menggeluti dunia musik dan lebih banyak belajar terutama bagi musisi muda tentang bagaimana dan apa yang perlu dilakukan para musisi lokal untuk bisa bersaing di Industri musik.

Alasan lain dideklarasikannya ASMI Sulteng karena selama ini para musisi yang ada di Sulteng pada umummnya masih jalan sendiri dalam upaya mengembangkan karier bermusiknya.

Sehingga para musisi lokal yang ingin mengembangkan karienya di industri musik Indonesia justru harus ke Jakarta. Hal itu terjadi karena tidak adanya organisasi atau badan yang bisa membantu para musisi lokal dalam berkiprah ditingkat nasional.

Namun, melalui ASMI yang baru dideklarasikan tersebut tentu akan membuat para musisi lokal lebih terbantu.
“Kami ingin hari ini menjadi awal kebangkitan musisi Sulawesi Tengah untuk bisa berkiprah lebih besar dalam industri musik,” ujar Ikbal.

Untuk Sulteng kata Ikbal, ASMI sudah terbentuk di beberapa kabupaten diantaranya Parigi Mautong, Tolitoli, Sigi, Poso, Donggala, Banggai dan Tojo Unauna.

Sebagai Ketua ASMI Sulteng, Ikbal mengaku sangat antusias dengan adanya asosiasi ini. Ia juga ingin mengembalikan makna dari musik itu dan tidak membeda-bedakan aliran musik. “Apapun alirannya, kami akan rangkul semuanya,” tegasnya.

Sebagai Ketua ASMI Sulteng, Ikbal berjanji tidak akan mengekang kebebasan anggotanya, baik dalam menyalurkan bakat seninya maupun bakat-bakat lainnya.

“Kalau ada seniman yang ingin terjun ke politik, silahkan saja. Itu hak masing-masing individu,” kata Ikbal yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Kota Palu ini.

Dengan adanya asosiasi kata Ikbal, para seniman juga akan lebih terlindungi dari hal-hal yang tidak diinginkan. Karena kata Ikbal, tidak jarang para seniman yang sedang pentas di daerah-daerah mendapat intimidasi atau tekanan-tekanan lain. Misalnya, kontrak pentas hingga pukul 23.00, tetapi terkadang dipaksakan tetap tampil hingga dini hari.

ASMI juga siap memberikan bantuan hukum bagi musisi yang dirugikan oleh pihak lain setelah tampil dalam suatu acara.

Asosiasi ini juga akan memberikan bantuan hukum bagi musisi yang merasa dirugikan seperti tidak mendapat bayaran setelah tampil dalam sebuah acara.

“Ini yang akan kami advokasi. Jangan sampai ada seninam yang dirugikan dan harus pentas dengan keterpaksaan karena hal-hal seperti itu,” jelas Ikbal yang diamini Ketua Harian ASMI Sulteng, Munif Bachmid.

Sebenarnya kata Ikbal lagi, ASMI Sulteng ini sudah terbentuk sejak tiga tahun lalu. Tetapi karena beberapa hal, asosiasi ini tidak berjalan maksimal. Karena itu, melalui deklarasi kali ini semuanya kan dibenahi untuk berjalannya roda organisasi.

Dengan adanya pengurus ASMI Sulteng yang baru yang terdiri dari Ikbal Khan (Ketua Umum), Hamzah S Kundje (Sekretaris), Munif bachmid (Ketua Harian) dan Andi Nur Lamakarate (Bendahara) diyakini akan membangkitkan semangat para seniman musik di daerah ini.

Dari data yang dimiliki, saat ini ASMI sendiri telah memiliki anggota sekira 10 ribu orang, namun yang aktif hanya sekira dua ribu orang. “Kami akan membenahi dan kembali merangkul anggota kami di 13 kabupaten/kota se Sulteng,” tutup Ikbal. ONA/JS

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama