Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SENGGANG

SULAWESI

EDUKASI

» » » » Walikota: KlaimLahan Arboretum,Silahkan Tempuh Jalur Hukum
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama


PALU -  Jika masih ada sebagian warga tertentu mengklaim lahan arboretum yang ada di Kelurahan Talise sebagai lahan pribadi, Walikota Palu, Hidayat menegaska, silahkan menempuh jalur hukum dan jangan mengganggu aktivitas pematangan lahan yang sedang berjalan.

"Kalau ada yang klaim lahan itu sebagai milik pribadi, silahkan tempuh jalur hukum, dan jangan ganggu pekerjaan pematangan lahan," kata Hidayat saat di temui di sekretariat Daerah (Setda) Kota Palu, Selasa (21/3).

Kata Hidayat, sebelumnya Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) telah mengelolah lahan itu sebagai arboretum melalui Dinas Kehutanan Sulteng, dimana penetapannya sebagai arboretum semenjak tahun 1972 oleh Kementerian Kehutanan.

Berdasarka surat penyerahan oleh Pemprov Sulteng kepada Pemkot Palu di jadikan hutan kota, maka dasar itu lah acuan Pemkot Palu untuk mengelolah lahan tersebut, meskipun Pemprov tidak menyerahkan seutuhnya aset (lahan) tersebut.

Hal itu juga di benarkan pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Palu, yang saat itu di lakukan pengecekan oleh Pemkot Palu, bahwa memang lahan seluas kurang lebih 90 hektar itu menjadi kawasan arboretum.

"Kami sudah cek juga di Badan Pertanahan, bahwa benar lahan tersebut di peruntukan sebagai arboretum berdasarkan SK Kementerian Kehutanan pada tahun 1972 silam yang saat itu di kelolah oleh Pemerintah Provinsi melalui dinas Kehutanan Sulawesi Tengah," jelas Hidayat.

Olehnya, jika segelintir warga yang menilai dan mengklaim bahwa lahan itu milik mereka maka sebaiknya menempuh jalur hukum. Naga-naganya, Walikota juga sepertinya tidak tinggal diam dengan polemik ini, bahkan jika ada pihak tertentu yang sengaja mengganggu serta menghambat aktivitas pematngan lahan pembangunan hutan Kota dia akan lawan.

Pada proses pematangan lahan dan pembangunan bak penampung air sebagai tahap awal pembangunan hutan Kota, menelan anggaran sebesar Rp 1 miliar lebih.

"Saat ini pematangan lahan sudah mulai berjalan. Dan saya harap, iakhir masa jabatan saya hutan Kota sudah bisa di fungsikan," pungkasnya. WN

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama