Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SENGGANG

SULAWESI

EDUKASI

» » » Sutrisno Sempat Duel Dengan Anggota Polres Sigi
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama

PALU - Sebelum dikabarkan meninggal dunia, Sutrisno tahanan sekaligus korban penganiayaan oleh oknum Anggota Polres Kabupaten Sigi yang akhirnya meninggal dunia, sempat duel di Kantor Polres Sigi.

Kabid Humas Polda Sulteng, Hari Suprapto menjelaskan, sebelumnya, tahanan kabur dari sel Polres berjumlah empat orang. Sutrisno alias Ido merupakan pengagas upaya melirakn diri, bersama tiga rekanya yang bernama legian, Eping dan Iksan.
Dalam waktu satu kali 24 jam, 12 jam kemudian tepatnya hari Jum’at (25/2) Legian berhasil di bekuk di desa Petimbe Kecamatan Palolo. Setelah itu, pada hari Sabtu dan Minggu pekan kemari hampir bersamaan dua tahanan kabur berhasil diamankan yakni Eping dan Sutrisno
“khusus Sutrisno, oleh petugas dengan berbagai proses, pada hari Minggu pekan kemarin sekitar siang pukul 14.00 Wita di bawa Polres Sigi. Sementara keterangan awal, Sutrisno ini adalah penggagas melarikan diri, kemudian yang kedua keahliannya membuka gembok sel. Mendekati magrib, Sutrisno berupa melarikan diri lagi, dan petugas piket melihat upaya Sutrisno melarikan diri lagi,” tutur Hari, saat ditemui, Selasa (28/1).
“Proses melarikan diri itu ketahuan salah satu anggota Polisi yang sedang piket. Melihat Sutrisno keluar dari ruangan sel, anggota Polisi itu langsung menangkap kakinya, terjadilah duel anatar Sutrisno dan salah satu anggota Polisi. Kemudian anggota Polisi itu berteriak memanggil rekannya dan lalu melumpuhkan Sutrisno. Sementara anggota yang berduel terluka dibagian tangan. Nah, setelah dilumpuhkan, Sutrisno lalu dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara, namun ditegah perjalanan Sutrisno meningal dunia, anggota polisi yang terluka itu langsung ditangani di UGD RS Bhayangkara,” tambah, Hari, menjelaskan.
Dirinya mengaku, benar bahwa yang mengantar jenazah Sutrisno ke RS Bhayangkara adalah anggota Polres Sigi.
Meski begitu, kata Hari, pihaknya juga akan melakukan upaya pendalaman kasusu tersebut yang  mengakibatkan tewasnya seorang tahanan. Jika dalam prosesnya ditemukan ada kesalahan, prosedur makan Polda Sulteng meberikan sanksi kepada oknum Polri sesuai aturan yang berlaku.WN

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama