Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SENGGANG

SULAWESI

EDUKASI

» » » » RPLP Petobo Diuji Publik
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama


PALU - Program Kota bebas kumuh (Kotaku) yang dituangkan dalam dokumen Rencana Penataan Lingkungan Pemukiman (RPLP) Kelurahan Petobo kini di uji publik. Program 100-0-100 besutan pemerintah pusat ini, kemudian di jalankan di tiap dareah yang wilayahnya masuk dalam kategori kumuh.

Sebagai leading sektor, Dinas PU Cipta karya Provinsi Sulawesi Tengah dan secara teknis di tangani Dinas Penataan Ruang dan Perumahan Kota Palu saat ini telah melakukan beberapa langkah sebelum masuk kesegmen ralisasi fisik.
Kegitan uji publik RPLP itu turu dihadiri sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis lingkup Pemkot Palu, 

kemudian salah satu anggota Komisi B Palu dan pihak Dinas PU Cipta Karya Sulteng serta sejumlah Tokoh masyarakat Kelurahan Petobo, yang dibuka secara resmi oleh Asisten II Pemkot, Senin (20/3).

Pada prinsipnya, RPLP merupakan dokumen perencanaan Kelurahan yang disusun dengan mewujudkan keterpaduan/keselarasan perencanaan tingkat kelurahab dan perencanaan tingkat Kota.

Dimana dokumen RPLP mencakup mengenai perencanaan pencegahan dan peningkatan kualitas permukiman wajib terakomodasi dalam RPJMD, kemudian RKP dan Rensra Kota.

Kepala Bidang Penataan Ruang Dinas Penataan Ruang dan Perumahan Kota Palu, Uhud mengemukakan, pemetaan sasaran program sudah terlaksana dan menemukan sejumlah titik masalah yang perlu di sentuk dengan program fisik.

Dari data yang ada, sebagian rumah di Klurahan Petobo memiliki kondisi non permanen dan tidak sesuai persyaratan teknis. Sehingga, sebanyak 2.330 unit bangunan rumah, sekitar 27 persen tak memiliki ketidakaturan, sementara 7 persennya tidak sesuai persyaratan teknis.

"Melalui program Kota beas kumuh maka lingkungan fisik masyarakat perlu ditata baik dari bangunan rumha, hingga sarana dan prasarana infrastruktur lainnya," terang Uhud.

Sementara, dari data yang telah dirilis terdapat kurang lebih 10 Kepala Keluara (KK) di Kekurahan Petobo mendapat perhatian khusus, yakni peningkatan perumahan kumuh berdasarkan syarat ang telah ditetapkan alam program.
Selain itu, dari identifikasi masalah, ditemukan pula kondisi infrastruktur jalan di Kelurahan tersebut 39 persen kawasa pemukiman tidak terlayani jaringan jalan ang memadai, sedangkan 58 persen lainnya kualitas jalan lingkungan terjadi kerusakan dan memiliki kualitas konstruksi yang buruk.
Kemudian sekitar 7 persen kawasan pemukiman terjadi genangan air akibat belum adanya drainase permanen, dan 28 persen kualitas drainase lingkungan terjadi kerusakan dan  memiliki kualitas konstruksi yang buruk serta belum terpelihara dengan baik.

Terlepas dari itu, program Kotaku erat kaitanya dengan Program Pemkot Palu yang baru di deklarasikan beberapa waktu lalu yakni Gerakan Gali Gasa (3G). Untuk mendukung Gali Gasa, maka program Kotaku sangat tepat dihadirkan ditengah masyarakat, yang mana cakupannya antara lain yakni penataan bangunan gedung, jalan lingkungan, drainase, penyediaan sarana air bersih, pengelolaan air limbah, dan persampahan serta proteksi kebakaran. WN

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama