Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SENGGANG

SULAWESI

EDUKASI

» » » » » » Longky: Pelaku Pembunuhan Wartawati Jangan Diberi Ampun
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama

PALU  – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Longki Djanggola meminta kepada aparat penegak hukum agar pelaku pembunuhan seorang Wartawati media cetak harian Palu Ekspres agar di beri hukuman setimpal dan jangan diberi ampun.

Menurut Longki, aksi pembunuhan dilakukan pelaku yang tidak lain suami almarhumah sendiri Maria Yeane Agustina atau akrab di panggil Manda ini sudah menghilangkan dua nyawa, yakni Manda dan Bayinya.

Manda (34), yang saat itu tengah hamil baru berusia tiga bulan terbujur kaku di rumah kontrakan mereka usai di cekik sang suami menggunakan sehelai selendang pada Jumat (17/3) pekan kemarin.

Gubernur, sangat mengecam tindakan dilakukan pelaku. Bahkan meurutnya, aksi yang dilakukan suami Manda itu merupakan pembunuhan terencana  yang sudah jelas telah melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) dan melanggar ketentuan Agama .

"Semoga saja pihak hakim atau jaksa memberikan hukuman yang seberat-beratnya terhadap pelaku bahkan bila perlu dihukum mati saja,” ujar, Longki saat melayat di rumah duka, Minggu Malam (19/3).

Sementara Kaka tertua Almarhumah, Kurinus Sutrisno yang juga seorang Pastor mengatakan,  jenazah Manda akan diterbangkan ke kampung  halamannya di Ruteng Kecamatan Manggarai Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Senin Pagi, (20/3).

Anak ke enam dari delapan bersaudara itu, saat ini masih disemayamkan di kediaman salah seorang anggota kerukunan NTT di Jalan Manimbaya IV Palu Selatan.

"Iya, jenazah Senin pagi akan di bawah pulang ke NTT di makamkan disana menggunakan pesawat," kata, Kurinus kepada Wartawan.
Kurinus mengatakan, dirinya berbesar hati masih memaafkan pelaku, Yohanes. Meski begitu, dirinya berharap agar pihak penegak hukum memberikan sanksi kepada pelaku sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

"Sedianya penegak hukum memberi sanksi seberat-beratnya atas apa yang telah dilakukan pelaku. Perbuatan menghilangkan nyawa seseorang, sudah tentu perbuatan yang keji," pintanya.
Papar dia, keluaganya sangat menyayangkan tindakan dilakukan, Yohanes yang telah menghilangkan nyawa istrinya sendiri. Apa lagi, almarhumah sedang mengandung calon bayi pertama.

“Kami dari pihak keluarga sangat menyayangkan ini terjadi. Adik kami Almarhum Maria Amanda mati terbunuh ditangan suaminya. Apalagi dia dalam keadaan hamil, yang mana kehamilannya ini sangat dinanti-nanti setelah beberapa tahun pernikahannya dengan pelaku, yang adalah suami korban.  Kami hanya bisa menyerahkan segalanya kepada putusan hukum yang berlaku,” tutur, Kursinus. WN

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama