Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SENGGANG

SULAWESI

EDUKASI

» » » » » » Cekcok, Suami Habisi Nyawa Istri
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama

PALU - seorang perempuan bernama Maria Amanda yang juga berprofesi sebagai seorang wartawan di salah satu media cetak lokal di Palu tewas di tangan suaminya sendiri. Kematian Amanda, diduga di bunuh suaminya, Yonahes dengan cara di cekik.

Dari penuturan Keluarga Korban, Frans, keduanya sempat cekcok mulut pada Kamis malam (16/3) sekitar pukul 20.00 Wita. Fras adik korban sempat melerai cekcok mulut antara keduanya di kost-kostan jalan Tanjung Satu tempat keduanya tingga.

Cekcok itu terjadi gara-gara uang hilang, lanjut Fras, dirinya mendapat sms bahwa suami korban masih menggunakan narkoba. Setelah membaca pesan singkat itu, Frans langsung menuju rumah korban dan langsung melerai cekcok itu.

Kata dia, Manda dan suaminya  bertengkar cukup lama saat malam itu.
"Mereka berdua malam itu bertengkar, persoalan gara-gara uang hilang, saya datang di kost-kostan mereka pada pukul 20.00 wita saat itu juga saya melerainya dan memberikan nasihat kepada mereka, setelah itu saya balik kerumah," terang, Frans, Jum'at (17/3).

Setelah dirinya datang kedua kalinya ke kost korban pada Jum'at sekitar pukul 11.00 siang, Frans mengaku pintu kost masih tertutup dan terkunci. Merasa ada kejanggalan, Frans lalu mencoba mebuka pintu kost menggunakan sebua obeng.

Setelah pintu terbuka, frans masuk kedalam Kost namun situasi tidak seperti biasanya. Kecurigaan frans semakin besar, dirinya secara refleks langsung masuk kedalam kamar dan menemukan kakanya (Korban) terbungkus sekimut, saat itu pula dirinya menyapa korban namun tidak menjawab.

Tak merasa puas, Frans kemudian membuka selimut dan melihat wajah korban sudah berwarna biru serta bibir korban berubah menjadi hitam. Melihat kondisi kakanya tergeletak tak berdaya, Frans sontak langsung membawa korban ke Rumah Sakit (RS) Wodwar untuk tindakan penyelamatan.

Namun, upaya Frans tidak berhasil, nyawa perempuan berusia 34 tahun itu tak dapat di selamatkan. Kini perempuan kelahiran Manggarai Nusa Tenggara Timur (NTT) diwabah kekamar jenazah RS Wodwar BK Palu untuk di lakukan otopsi.

"Saya membawa korban ke Rumah Sakit BK menggunakan kendaraan roda dua bersama rekan saya, namun petugas medis mengatakan kakak saya sudah meninggal dunia," tuturnya.

Dari pantauan media ini, leher korban seperti ada bekas cekikan menggunakan tali. Hingga pukul 16.30 Wita, korban masih berada di kamar jenazah menunggu keluarga korban untuk di bawa pulang.

Diketahui, suami korban, Yohanes merupakan pelaku melarikan diri membawa sepeda motor istrinya. Dari informasi dihimpun, saat ini pihak Polres Palu telah melakukan pengejaran terhadap pelaku.Yohanes juga sebelumnya sempat bekerja di salah satu media cetak di Palu. Pria ini berasal dari Tentena Kabupaten Poso. WN 

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama