Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SENGGANG

SULAWESI

EDUKASI

» » » » » Dugaan Korupsi Pembangunan Jalan Di PU Sigi Naik 'Status'
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama


Pengerjaan Pembangunan Jalan.(ilustrasi).
PALU– Dugaan korupsi proyek jalan di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sigi yang bernilai Rp 42 miliar tersebut kini naik status dari penyelidikan ke penyidikan. Hal itu disampaikan Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum dan Humas Kejati Sulteng, Andi Rio Rahmatu, baru-baru ini.

“Status kasus itu naik dari tahap penyelidikan ke penyidikan. Hal itu berdasar ekspose kasus oleh tim pidsus”, kata Andi Rio Rahmatu.

Menurut Andi Rio, dasar naiknya status kasus diduga merugikan keuangan negara itu, ialah adanya temuan penting oleh para jaksa yang menangani kasus tersebut.

Namun, saat ini, menurut Andi Rio, pihaknya belum dapat menyampaikan detail siapa saja yang akan menjadi terperiksa dan mendapat “pangkat” tersangka dalam guliran kasus itu.

“Untuk saat ini, belum ada pemeriksaan saksi. Kita masih pada pendalaman dan pengumpulan barang bukti” kata Andi Rio.

Seperti diketahui proyek pembangunan Jalan Sadaunta-Lindu, Kecamatan Pipikoro, Kabupaten Sigi, hanya terealisasi sebesar Rp6,2 miliar lebih, dari nilai kontrak sebesar Rp7,7 miliar lebih. Laporan Hasil Pemeriksaan BPK RI menyebut, pengelolaan proyek tersebut telah merugikan negara sekira Rp1,1 miliar lebih.

Selain proyek Sadaunta-Lindu, paket pembangunan jalan Peana-Kalamanta senilai Rp20,3 miliar lebih, juga dinyatakan telah merugikan negara sekira Rp8,2 miliar lebih.

Sehingga, sesuai audit BPK, total kerugian negara pada dua paket proyek pembangunan jalan itu, ialah sekira Rp9,4 miliar lebih.

Kasus dugaan korupsi yang ditangani Kejati Sulteng ini, menyeret Kepala Dinas PU Sigi, Iskandar Nontji dan Direktur PT Mahardika Fahruddin Yunus alias Didin.

Diketahui, pejabat dan rekanan itu, belum lama ini nampak telah memenuhi panggilan Kejati, dalam rangka menjawab rentetan pertanyaan para jaksa.

Selain Iskandar dan Didin, tiga staf Dinas PU Sigi juga ikut dipanggil, karena dianggap terkait pengelolaan proyek diduga merugikan negara itu.

Sementara itu, Iskandar Nontji dan Fahruddin Yunus, nampak masih betah diam dan enggan memberi tanggapan terkait kasus yang “membelit” mereka tersebut. Sebab, kedua orang ini, seakan kompak, belum mau melontar kata jika dikonfirmasi oleh para pemburu berita. GWD

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama