Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SENGGANG

SULAWESI

EDUKASI

» » » » Petugas Kebersihan Terancam Diberhentikan
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama

PALU - Dari kurang lebih 223 petugas kebersihan di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu, ada sekitar 39 orang petuga terancam diberhentyikan dari pekerjaannya. Pasalnya, dari beban anggaran yang ada di instansi tersebut tidak memadai.


Kepala Dinas Lingkungan Hidup Musliman Malappa mengatakan, dari hasil evaluasi dilakukan Walikota terhadap Dinas tersebut ada pengurangan jumlah tenaga petugas kebersihan. Dinama, petugas kebersihan ini di rekrut melalui sistem kontrak.
Olehnya, per 31 Desember 2016 lalu masa kontrak petugas kebersihan ini berakhir, dan perpanjangan kontrak dimulai per 1 Januari 2017. Meski begitu, pihak DLH masih memberikan kebijakan kepada petugas untuk tetap melaksanakan tugas seperti biasa.
“perlu juga di ketahui kemampuan anggaran kita ada tujuan capaian efektivitas, sehingga perhitungan diatas kertas dianggap bahwa membutuhkan pengurangan. Tapi ternyata kondisi lapangan tidak demikaian, karena semua sopir dan buruh (petugas kebersihan)  yang ada, sudah membagi tugas masing-masing, siapa kerja apa sudah jalan dilapangan. Jika satu orang dikurangi mereka nilai ada perubahan sistem lagi dilapangan,” terang, Musliman (4/1).
Saat ini kendaraan operasional Dinas Lingkungan Hidup yang bergabung dengan kebersihan hasil merger OPD Baru, memiliki kurang lebih 40 armada pengangkut sampah, yang mana satu armada tidak dapat beroperasi karena rusak berat. Sehingga yang melakukan pengankutan hanya berjumlah 39 armada.
Untuk pembayaran honor petugas kebersihan berdasarkan hitungan retase pengangkutan. Dimana satu kali angkut petugas kebersihan diabayar Rp 12 ribu, dengan jumlah retase perhari lima kali pengangkutan.
“Setiap harinya pengangkutan sampah lima ret. Nah, jika satu ret Rp 12 ribu maka dalam sehari petugas mendapat gaji Rp 60 ribu per hari, jika Rp 60 ribu dikali satu bulan maka mereka mendapat gaji kurang lebih Rp 1,8 juta per satu petugas kebersihan,” papar Musliman.
Musliman mengaku, saat mediasi dilakukan pihaknya bersama buruh atau petugas kebersihan, pada Rabu (4/1) pagi terjadi riak, namun hal itu tidak menimbulkan ricuh. Kata dia, pihak petugas kebersihan tidak ingin ada pengurangan personil. Dengan alasan  petugas sudah memiliki tugas masing-masing.
“Karena kebiasaan mereka membagi tugas satu mobil itu empat orang yang membantu mengangkut dan sebagaianya maka itu menjadi janggal bagi mereka kalau dikurangi satu orang. Olehnya dengan alasan itu denganjuga tidak mengabaikan rasa kemanusiaan maka aspirasi mereka kami tampung dan setelah itu baru kamai ajukan kepada Walikota,” tuturnya WN  

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama