Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SENGGANG

SULAWESI

EDUKASI

» » » » Dinkes Palu Buat Program Puskesmas Nomoni
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama

PALU - Untuk menjawab tantangan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat, tahun ini Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palu membuat satu program yakni puskesma nomoni. Dimana program ini lebih menerapkan jam pelayanan yang prima.

Kadinkes Kota Palu, dr. Royke Abraham menjelaskan, bahwa program puskesmas nomoni akan diterapkan di 30 puskesma yang tersebar di Kota Palu. Dimana, program tersebut saat ini sudah mulai berjalan. 
Pelayanan puskesmas yang biasanya hanya berlaku mulai pagi hingga siang hari, kini jam pelayanan tersebut di tambah hinhgga malam hari. Hal itu dilakukan untuk memaksimalkan serta pemerataan pelayana kesehatan kepada masyarakat.
“Program ini sudah diterapkan sejak tanggal 2 januari 2017 diseluruh puskesmas yang tersebar di Kota Palu. Pelayanan mulai pagi hingga siang, kemudian jam empat sore lanjut hingga jam delapan malam,” terang Royke, Kamis (5/1).
Papar Royke, pelayanan puskesmas nomoni sama seperti palayanan yang berada di klinik ataupun doket privat. Yang mana hal ini, untuk membuka akses seluas-luasnya kepada masyarakat datang berobat. Bahkan, pelayanan puskesmas nomoni lebih mudah dan terjangkau. Menurutnya, langkah ini mengantisipasi disparitas pelayanan kesehatan.
Sehingga pemerintah dituntut,  berperan untuk lebih memaksimalkan pelayanan dengan intervensi pembiayaan yang tidak lain menggunakan sumber daya pemerintah itu sendiri. 
Sementara, untuk mendukung puskesmas nomoni tentu juga dibutuhkan pembenahan sarana dan prasarana, baik ketersediaan alat kesehatan (Alkes) hingga ketersediaan tenaga medis dan dokter.
Royke menjelaskan, saat ini ada sekitar 27 dokter umum yang siap melakukan pelayanan di puskesmas nomoni, ditambah 11 dokter PTT daerah. Lebih lanjut dirinya memaparkan, idealnya satu dokter melayani 30 pasien, jika dihitung rata-rata kunjungan 100 pasien perhari maka setiap puskesmas membutuhkan tiga dokter umum.
Meski dengan keterbatasan dokter, Royke mengaku akan terus membenahi secara bertahap dengan harapan, tujuan pelayanan maksimal tersebut bisa tercapai. Hal ini kata Royke, selaras dengan kebijakan pemerintah pusat melalui Kementerian kesehatan (Kemekes)  menghendaki puskesmas di seluruh daerah Kabupaten/Kota bisa melayani diagnosa 155 penyakit dan tidak perlu dirujuk ke Rumah Sakit.
“Ini konsep. Puskesma berfungsi sebagai get kiper, sehingga masyarakat tidak bertumpuk di rumah sakit. Jika diagnosa dan pengobatannya sifatnya penyakit ringan cukup di puskesmas dengan fasilitas yang memadai. Nah puskesmas nomoni merujuk pada konsep tersebut,” tutup Royke.WN


Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama