Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SENGGANG

SULAWESI

EDUKASI

» » » » Batik Air 'Telantarkan' Jenazah Di Bandara Makassar
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama

Mardian : Itu Kesalahan Cargo

PALU- Jasa transportasi udara Batik Air yang saat ini yang beroperasi di Bandara Mutiara  Sis Aljufri mendapat sorotan. Kali ini terkait profesional serta  tata kelola managemen penumpang yang tidak becus serta amburadul. Pasalnya, jenasah Herman Angwirawan ( 52) warga Sorongsong Dua Kecamatan Airmadidi,  yang diberangkatkan dari Manado tujuan Palu melalui transit Bandara Sultan Hasanuddin Makassar belum juga tiba  di  Bandara Mutiara Palu.


Sementara diketahui dalam manifes PT Carshen Jaya Anugerah (CJA) Cargo jenasah di berangkatkan dengan nomor penerbangan ID 6276-UPG tertanggal 31 Januari 2017, bersamaan anak korban Desi  Angwirawan warga jalan Tanggul Kecamatan Birobuli Utara.

Hal ini juga dikuatkan dengan surat Rumah Sakit Umum Pusat Prof DR. R.D. Kandou Manado. Dalam surat  keterangan Rumah Sakit juga menyebutkan  jika  jenasah  korban tidak berpenyakit menular.

Menurut  Desi Angriwan sedianya jenasah bapaknya ini akan  dimakamkan di Kota Palu, namun karena belum juga tiba sehingga pihaknya bertanya-tanya apa sebenarnya yang terjadi. Apalagi tidak ada penyampaian kepada pihal keluarga termasuk Desy sebagai anak yang sama-sama berangkat.
"Kami sangat menyangkan kinerja Batik Air yang tidak profesional," kata Desy.
 Persoalannya kata Desi ia bersama jenasah bapaknya sama-sama diberangkatkan dari Bandara Sam Ratulangi Manado. Anehnya saat tiba di Palu jenasah bapaknya tidak ada. Apakah ikut diberangkatkan atau tidak. Apakah masih di bandara Sam Ratulangi atau sudah di berangkatkan ke Makassar.
Yang jelas saya masih sempat memotret keranda ayah saya saat di bandara Sam Ratulangi Manado.
 Jika berdasarkan data manifes mayat ayahnya sama-sama di berangkatkan dari Manado.
Ironisnya ketika sampai di Bandara Mutiara Palu, dirinya sangat terkejut karena jasad ayahnya tidak ada termasuk ketika di kros cek ke Cargo. " Jujur kami sangat kecewa karena keluarga sudah datang menjemput di Bandara, tapi jenasah tidak diberangkatkan," kata Desi dengan nada kesal.

Ironisnya lagi ketika hal ini ditanyakan kepada pihak Batik Air dan Cargo terkesan lepas tangan. Alasan mereka hanya sebagai penerima sehingga tidak mengetahui apa sebenarnya yang terjadi baik itu di Bandara Sam Ratulangi Manado maupun Sultan Hasanuddin Makassar.

Area Manager Batik Air Palu Mardian yang dikonfirmasi menuturkan pihaknya juga merasa kaget kenapa tidak diberangkatkan dari Makassar ke Palu. Menurut Mardian semua ini karena pihak  Cargo yang tidak memberangkatkan."  Jadi jenasah tetap berada di Makassar,"kata Mardian.
Hingga Berita ini Tayang, jenazah belum juga sampai di bandara Mutiara Palu. Gin

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama