Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SENGGANG

SULAWESI

EDUKASI

» » » Bangun Infrastruktur, Sigi Alokasikan 30 Persen APBD
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama

PALU - Pemerintah Kabuapten (Pemkab) Sigi pada tahun anggaran 2017 ini mengalokasikan anggaran pembangunan infrastruktur sebesar 30 persen yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten tersebut.


Dimana, pembangunan infrastruktur prioritas itu yakni, akses jalan, irigasi, jembata dan sarana air bersih, yang kesemuanya itu untuk kepentingan warga Sigi
Bupati Sigi, Moh. Irwan Lapata menyatakan, tahun ini APBD Sigi mencapai sebesat Rp 1 Triliun lebih, yang mana dari nilai tersebut di dorong untuk pembangunan infrastruktur 30 sampai 40 persen, terutama di daerah pigir Kabupaten.
Dirinya beralasan, pembangunan disudut-sudut pinggiran Kabupaten Sigi merupakan hal penting dilaksanakan. Bagaimana tidak, daerah-daerah tersebut menurut dia, merupakan wilayah subur atau penyuplai pangan, sehingga hal ini perlu dukungan dengan akses jalan, maupun jaringan irigasi.
“Ini menjadi perhatian kami, sebab daerah-daerah terpencil merupakan wilayah produktif khususnya disektor pertanian dan perkebunan. Sehingga untuk mendukung akses ekomomi masyarakat maka pentingkiranya pembangunan infrastruktur berkelanjutan,” Jelas Irwan Lapata, Minggu (22/1). 
Papar dia, daerah-daerah yang belum tersentuh dengan pembangunan atau sulit di tempuh karena medan, akan menjadi prioritas pembangunan jalan di tahun  ini dari alokasi anggaran 30 persen, dimana, daerah yang dimaksud yakni, seperti Kecamatan Kinovaro, Kecamatan Nokilalaki, Lindu, Kecamatan Kulawi Selatan, Kecamatan Pipikoro Kecamatan Dolo Selatan, dan daerahn lainnya.
“Daerah-daerah ini potensial dari sektor pertanian, sehingga Pemerintah Kabupaten Sigi menyentuh darerah-daerah tersebut, dengan membanguna akses jalan untuk mempermudah mobilisasi masyarakat,” jelasnya. 
Lebih lanjut Irwan Lapata menjelaskna, masyarakat yang berada didaerah terpencil jika turun ke Kota dengan terpaks Harus memabyar jasa ojek sebesar Rp 2 juta per satu orang.
“Ini semua yang kita fikirkan. Bagai mana masyarakat yang berada di daerah terpencil itu turut merasakan akses jalan yang bagus, tidak lagi melalui medan yang ekstrim. Disamping itu, akses jual beli pun semakin mudah. 
Saat ini kata dia, daya beli masyarakat mahal khususnya sektor pertanian. Sebab papar dia, erat kaitanya dengan akses jalan.
“kesemuanya itu perlu didukung dengan pembangunan infrastruktur. Akses jalan sangat berpengaruh dengan peningkatan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.WN

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama