Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SENGGANG

SULAWESI

EDUKASI

» » » Petugas Kebersihan Obrak Abrik DKP
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama

PALU - Puluhan tenaga kontrak petugas kebersihan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Palu, Selasa (13/12) siang mendatangi dan mengobrak abrik salah satu bangunan kantor tersebut. 

Dimana bangunan yang di obrak abrik itu yakni, ruangan bidang kebersihan. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 Wita seluruh kaca jendela pecah akibat dihantam dengan batu maupun barang tumpul lainnya. 
Selain kaca jendela, nampak juga sejumlah kursi plastik yang sering digunakan pegawan milik DKP yang ada di depan ruangan tersebut hancur beserta meja para staf. Bukan hanya itu, satu unit kamera CCTV pun ikut dirusak para petugas kebersihan.
Dari keterangan yang diperoleh media ini, dirusaknya kantor DKP oleh buruh atau petugas kebersihan ini lantara gaji mereka lambat dibayarkan oleh pihak Dinas.
“iya, persoalannya ini karena gajian petugas kebersihan lambat dibayarkan Dinas, sehingga mereka datang dengan jmlah yang banyak mengobrtak abrik gedumg ini, kata Kepala seksi (Kasi) pengaduan DKP Kota Palu, La Handita. 
Dirinya menyatakan, sebelumnya pihak DKP telah membangun kesepakatan bersama petugas kebersihan, yang mana pembayaran gaji bulan Desember akan dibayarkan paling lambat tanggal 7 Desember 2016. Namun, hingga batas waktu yang telah disepakati, gaji tersebut tak kunjung terbayarkan
Karena saat ini telah memasuki masa akhir tahun sebut La Handita, maka pihaknya terlebih dulu menyelesaikan pelaporan pertanggung jawaban keuangan. Menurutnya, penyelesaian pertanggung jawaban keuangan bukan hanya pertanggung jawaban keuangan pengangkutan kebersihan, tetapi menyangkut keseluruhan. Mulai dari pertanggung jawaban pertamanan,  hoingga pertanggung jawaban Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
“Saat itu sudah terbangun kesepakatan pembayaran gaji petugas kebersihan sekitar tanggal 7 Desember, tetapi pertanggung jawabannya masih sementara diselesaikan maka terjadi keterlambatan.  Dan pertanggung jawabannya bukan hanya untuk kariawan petugas kebersihan, tetapi semua, mulai dari pertamanannya, TPAnya, hingga wilayah satu dan dua,” tutur La Handita.
Dirinya menjelaskan, gaji petugas kebersihan dihitu berdasarkan ret pengangkutan. Dimana sekali angkut sampah petugas kebersihan mendapat upah Rp 12 ribu persatu orang. Dalm satu hari, pengangkutan sampah dilakukan empat kali, sehingga jika dikalukulasi per satu orang mendapat upah Rp 48 ribu dalam sehari.
Dimana, satu armada berjumlah lima petugas ples supir. Sementara, armada milik DKP Kota Palu berjumlah sekitar 40 unit, sehingga jumlah keseluruhan petugas kebersihan pengangkut sampah yang dibiayai DKP kurang lebih 200 orang. Jika Rp 48 ribu upah yang didapat dalam sehari, maka dalam sebulan petugas kebersihan menerima upah sebesar Rp 1,4 juta per orang.   
Terpisah, salah seorang petugas kebersihan pengangkut sampah, Anwar mengaku, aksi yang dilakukan rekan-rekannya itu sebagai bentuk kemarahan terhadap DKP khusunya bidang kebersihan yang lambat membayar gaji mereka.
“ini sudah mau masuk pertengahan bulan, gaji belum dibayar saya tidak mengerti dengan dorang ini. Kalu tidak begini mana mau dorang bayar gajinya torang,” tutur Anwar.
Sementara, kerugian yang di alami DKP Kota Palu ditaksasi puluhan juta rupiah. Hingga berita ini diturunkan, pihak DKP belum memberikan keterangan resmi apakan aksi pembongkaran gedung  tersebut dibawa kerana hukum, atau hanya diselesaikan secara internal.WN

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama