Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SENGGANG

SULAWESI

EDUKASI

» » » » » Pemkot Palu Naikkan Tarif Pajak Galian C
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama

PALU - Pemerintah Kota (Pemkot) Palu berencana bakal menaikan presentase tarif pajak gailan C dari 7,5 persen per satukali menjadi 12,5 persen per satukali angkut. Hal itu dilakukan, tidak lain yakni untuk mendongkrak Pendapatan Daerah dari sektor pertambangan.

“Aktivitas tambang galian C yang berada di wilayah Vatu Sampu dan sekitarnya itu, tarifnya akan dinaikan sebesar tiga persen. Tarif itu menyesuaikan dengan tarif yang berlaku di kabupaten Donggala,” terang Kepala Bidang Pendapatan 1 Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kota Palu, Herman Farid, baru-baru ini.
Dia mengatakan, realisasi pendapata pajak galian C tahun ini mengalami penurunan dibanding pada tahun 2015 lalu. Sehingga, untuk 2017 mendatang maka tarif tersebut akan dinaikan sebesar 3 persen.
“Ini untuk mengejar target pendapatan pendapata daerah di tahun 2017 mendatang. Kalau kita tidak naikan, bisa-bisa bisa pendapatan kita semakin turun,” jelasnya.
“Sementara, realisasi pajak galian C hingga TW 3 Oktober 2016 hanya mencapai sekitar 78 persen dari target Rp12miliar. Diapun, memperkirakan hingga akhir Desember nanti pajak galian C hanya akan terealisasi Rp10miliar atau 80persen dari target,” tambah Herman.
Meurutnya, tahun ini kurang proyek besar dari pemerintah. Berbeda tahun 2015 ada proyek DAK dan pengembangan Bandara. Dua proyek ini menyumbang sedikitnya dua miliar tahun 2015 lalu.
Selain pajak galian C, pihaknya lanjut Herman juga turut menurunkan persentase nilai pajak hotel dan restoran. Untuk pajak hotel penurunan persentase dilakukan pada jenis objek pajak perumahan kost. Persentase pajak kost yang sebelumnya ditetapkan 10 persen dari omzet, turun menjadi 7persen.
Sedangkan untuk pajak restoran terjadi perubahan tarif antara lain pada jenis restoran yang beromzet Rp3 juta sampai 25juta. Persentase pajak ini naik menjadi 6persen dari 3 persen total omzet sebulan.
“Restoran yang beromzet Rp25 sampai dengan Rp 200 juta, nilai pajaknya dikurangi menjadi 6 persen dari sebelumnya 10persen,” paparnya.
Lebih jauh dirinya menjelaskan, pada omzet Rp 200 juta keatas khusus restorant penetapan penurunan nilai tidak diberlakukan, dan presentasenya tetap dalam kondisi 10 persen. Presentase nilai pajak tersebut diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Kota Palu nomor 1 tahun 2011 tentang pajak daerah.
“Olehnya Saat ini Perda tentang pajak daerah sedang direvisi bersama DPRD Kota Palu untuk mengubah persentase nilai pajak pada sejumlah objek pajak daerah,” pungkasnya. WN

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama