Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SENGGANG

SULAWESI

EDUKASI

» » » Bahan pokok Meroket
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama

PALU - Hingga awal Desember menjelang Natal dan Tahun Baru, sejumlah kebutuhan bahan pokok yang beredar di pasaran kian meroket, utamanya kebutuhan bahan dapur rumah tangga.

Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Sekretariat daerah Kota Palu, Tamin tombolotutu membenarkan hal tersebut. Kata dia, kenaikan sejumlah bahan pokok di dipasar itu sudah terjadi sejak sebulan yang lalu. Mesiki begitu, saat ini Pemerintah tengah melakukan langkah upaya antisipasi kenaikan harga.
Papar Tamin, informasi yang diperolehnya dari pihak Bulog Sulawesi Tengah (Sulteng), bahwa sejumlah bahan pokok yang merangkak naik itu yakni, bawang merah, bawang putih, dan cabai merah serta gula pasir.  
Untuk bawang merah, yang harga semula hanya Rp 48 ribu perkilo,kini merangkak naik mencapai Rp 50 ribu perkilonya, bengitupu bawang putih, harga pasaran sama dengan bawang merah. Kemudian, cabai merah harga awal Rp 28 ribu perkilo, kini naik menjadi Rp 30 ribu perkilonya. Sementara gula pasir dari Rp 12.500 Perkilo naik menjadi Rp 15 ribu perkilonya.
”Sejumlah bahan pokok, khususnya kebutuhan dapur rumah tangga memang mengalami kenaikan harga,” Beber Tamin, baru-baru ini.
Meskipun terjadi kenaikan harga, sebelumnya Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota telah membuka dan menyiapkan Rumah Pakan Kita (RPK), sebagai penyeimbang harga bahan pokok di pasaran. Untuk Kota palu papar dia, RPK yang ada saat ini sudah mencapai 100 lebih, yang tersebar di 46 Kelurahan.
“Rumah Pakan Kita ini sebenarnya bertujuan untuk menyeimbangkan harga-harga yang ada dipasaran. Kota Palu saat ini sudah ada seratus lebih Rumah Pakan Kita. Jadi tersebah masyarakat mau beli bahan pokok dimana. Khusus Rumah Pakan Kita harya yang ditetapkan sesuai harga harga standar, artinya tidak mengikuti harga pasar. Harganya di Rumah Pakan kita relatif lebih murah,” jelas Tamin.
Meski harga di RPK lebih murah papar dia, namun masyarakat lebih memilih berbelanja di pasar. Karena selama ini, prodak bulog anggapan masyarakat kualitasnya dibawah standar, padahal menurut penelitian kesehatan, bahan-bahan kebutuhan dasar rumah tangga yang diproduksi oleh Bulog sesuai standar kualitas.
“jadi anggapan masyarakat, bahan pokok produksi Buloh itu kualitasnya nomor dua, padahal kualitasnya sesuai standar,” ujarnya.
Terlepas dari itu, selain sejumlah bahan pokok yang mengalami lonjakan harga, namun segabian masih tetap stabil diantarannya, daing ayam dan sapi termasuk beras.
“yang harganya melonjak ini hanya bahan-bahan dapur,” pungkasnya. (Rid)

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama