Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SENGGANG

SULAWESI

EDUKASI

» » » » Pemkot Pantau Pajak Lewat Online
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama

PALU - Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kota Palu akan memberlakukan pemantauan omset pajak terhadap wajib pajak melalui sistem server secara on-line.

Kepala bidang (Kabid) pendapatan 1 DPPKAD Kota Palu Herman Farid, Senin mengatakan, pemantauan pajak menggunakan sistem on-line seperti itu dipastikan sangat akurat. Sebab menurutnya, hal ini mengurangi resiko penyalagunaan keuangan.
"Salah satu inovasi yang akan dikembangkan adalah sistem pemantauan omset wajib pajak dengan pola integrasi server. Pola ini akan menyambungkan data transaksi omzet wajib pajak secara berkala ke server yang berada di kantor DPPKAD secara online," jekas Herman.

Sebagai langkah awal, sistem ini baru akan diberlakukan pada empat objek pajak, antara lain, wajib pajak hotel, restoran, hiburan dan pajak parkir. Program ini nantinya lanjut Herman, akan dikuatkan dengan regulasi melalui peraturan Wali Kota (Perwali).
Dipaparkannya, sistem ini lebih memberikan kemudahan bagi DPPKAD untuk memantau langsung omzet bulanan wajib pajak. Dengan begitu, wajib pajak dipastikan tidak dapat memanipulasi data laporan omzetnya. Integrasi server secara online ini akan memberikan informasi nominal sesungguhnya omset yang dihasilkan wajib pajak perharinya.
Selama ini akui dia, laporan omset pajak oleh pihak pengembang masih menggunakan sistem manual, sehingga tidak terukur secara maksimal jumlah pajak yang dilaporkan. Sehingga terkadang, presentase nilai pajak dikenakan kecil, karena menyesuaikan omset yang dilaporkan. Semementara, secara kasat mata, aktivitas transaksi terjadi seriapharinya pada objek pajak tertentu terlihat begitu besar.
"Nah untuk itu melalui sistem integrasai server ini kami melakukan satu formulasi dengan menempatkan alat penyedot data transaksi omset pajak kepada masing masing wajib pajak. Jadi, data yang diinputnya setiap hari itu langsung bisa dipantau, tuturnya.
Penerapan sistem integrasi server urai Herman, akan dilekatkan bersamaan dengan pola pembayaran pajak secara online. Setelah laporan data omset diketahui melalui server, maka wajib pajak  tinggal langsung membayar pajaknya melalui Perbankan yang ditunjuk pemerintah.
Sehingga, jika program ini terealisasi tahun depan, Herman optimis PAD dari sektor pajak bisa lebih maksimal dengan target penerimaan pajak sebesar Rp 113 miliar, dibanding tahun ini ditarget sebesar Rp 102 miliar.
Menurutnya, melalui sistem integrasi server juga, sebagi upaya mempermudah pelayanan bagi wajib pajak serta memaksimalkan penerimaan pendapatan daerah disektor pajak. WN

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama