Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SENGGANG

SULAWESI

EDUKASI

» » » » Pemkot Palu Tekan AKI dan AKB
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama

PALU - Pemerintah Kota Palu melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Palu mencoba merumuskan dan meminimakisir serta menekan Angka kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).

Plt Sekretaris Kota (Sekkot) Palu, Dharma Gunawan Moctar, saat memaparkan materinya pada kegiatan pertemuan penurunan AKI dan AKB, Rabu (23/11) menyatakan, salah satu indikator untuk menekan AKI dan ABI di Kota Palu, yakni perlu memperhatikan kesehatan lingkungan keluarga.

Bagaimana tidak, kebersihan lingkungan sanga erat kaitannya dengan kesehatan. Sehingga, hal ini patut menjadi perhatian bersama, baik Pemerintah maupun stakeholder hingga masyarakat sekalipun.
"Meminimalisir atau menekan angka kematian ibu dan bayi meruakan tanggung jawab bersama. Hal yang sederhana diawali dari lingkungan masing masing. Kebersihan lingkungan juga dapat memicu terjadinya gangguan kesehatan atau sebaliknya," jelas Dharma Gunawan.
Jika ditinjau dari aspek sosial, maka pola hidup sehat sejak dini mulai ditanamkan kepada masyarakat. Kota Palu, dengan berbagai karakter culture atau budaya masyarakatnya perlu dilakukan persamaan persepsi tentang pola hidup sehat.
Disamping itu, secara teknis pelayanan serta penaganan medis juga perlu ditingkatkan sebagai bentuk upaya pencegahan sekaligus menekan AKI dan AKB. Jika AKI dan AKB masih terjadi lanjut Darma Gunawa, tentu berpengaruh pada Indeks Pembangunan Panusia (IPM) dalam konteks kesehatan.
Sehingga Pemkot Palu, memalui kebijakannya yang tertuang dalam misi kedua, peningkatan daya saing yakni melalui pelayanan kesehatan yang murah dan terjangkau.
"Semua harus saling berintegrasi antara satu sama lain. Sehingga, penaganan AKI dan AKB tidak hanya di bebankan kepada petugas medis, tetapi ini keterlibatan semua pihak," paparnya.
Dari data yang ada, pada tahun 2014 angka kematian ibu secara keseluruhan di Sulawesi Tengah (Sulteng) mencapai 359 orang, sedangkan tahun 2012 meningkat menjadi 379 orang.
Khusus Kota Palu, angka kematian ibu di tahun 2014 mencapai 8 orang, sedangkan tahun 2015 naik menjadi 22 orang. Kemudian, hingga September 2016 Angka kematian ibu menurun drastis yakni 7 orang. Sementara, tiga tahun terakhir angka kematian bayi juga relatif menurun. Hingga September 2016, tercatat kurang lebih ada 7 bayi mengalami kematian dengan berbagai faktor. WN

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama