Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SENGGANG

SULAWESI

EDUKASI

» » » » Massa Demo Ancam Duduki DPRD
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama

PALU - Hari ini, Sabtu (5/11) masa aksi mengancam akan menduduki kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Tengah, jika manakala mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tidak segera ditangkap karena tindakannya melakukan penistaan Al-quran.

Ancama menduduki kantor DPRD Sulteng itu, Karena hingga kini Ahok masih bebas berkeliaran di Ibu Kota dan bakhkan terkesan ada pembiar dari pihak peneggak hukum. Dari koordinasi yang dibangun bersama para pengunjuk rasa di Jakarta, para pendemo ini bersepakat satu komando menduduki kantor DPR, baik dipusat maupun daerah.
"Besok (Sabtu,red) kami akan kembali datang dengan kekuatan lebih besar menduduki kantor DPRD Sulawesi Tengah," teriak salah satu orator didepan Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sulteng saat ujuk rasa berlangsung, Jum'at (4/11).
Kata para demosntran, unjuk rasa ini terintegrasi dengan unjuk rasa yang ada di Jakarta maupun daerah daerah lainnya. Sekita pukul 14.00 Wita, masa aksi ini bergerak dari dua titik star. Yang mana, kedua titik itu yakni Masjid Agung Palu Barat dan Masjid Raya Lolu berjalan kaki.
Dari pantauan media ini ribuan umat Islam di Palu turut serta turnun kejalan Baik dari elemen Ormas Islam di Sulteng hingga organisasi mahasisw Islam lainnya menyuarakan aspirasinya menuntut Ahok.
Selain itu, masa juga meminta kepada pihak Kepolisian Republik Indonesai (Polri) melalui aparat penegak hukum setempat segera menaikan satus penyelidikan menjadi penyidikan terhadap seorang Ahok.
Menaggapi itu, Kapolda Sulteng Brigjen Rudy Sufahriadi dilokasi unjuk rasa menyatakan, bahwa Polri akan segera melakukan penyidikan terhadap Basuki Tjahaja Purnama.
"Apa perintah dan amanat Kapolri kepada saya untuk disampaikan kepada masyarakat Sulawesi tengah, bahwa penyidikan akan dilakuka terhadap saudara Basuki Tjahaja Purnama," kata Kapoda Sulteng.
Dirimya juga mengungkapkan, seluruh umat Islam di Indonesia memiliki tanggung jawab mengawasi proses penyidikan Ahok. Olehnya, lanjut Rudy, Polri akan memproses kasus ini seadil adilnya sesuai sesuai aturan yang berlaku.
Dirinya juga menghimbau, agar unjuk rasa ini berjalan dengan tertip, damai, aman dan tidak menimbulkan aksi aksi anarkis. Sebab, Islam selalu mengajarkan kebaikan kepada umatnya.
"Saya berterima kasih kepada saudara sudara sekalian, bahwa aksi ini aksi damai. Tetap jaga keamanan, kita tunjukan bahwa Muslim di Sulawesi Tengah cinta damai," ajaknya.
Hingga, pukul 17.30 Wita, aksi unjuk rasa seretak menentang penistaan dilakukan seorang Ahok, berjalan kondusif hingga para demostran membubarkan diri dengan tertib. WN

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama