Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SENGGANG

SULAWESI

EDUKASI

» » » » Lurah Petobo Setuju TPU Jadi RTH
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama

PALU – Kepala klurahan Petobo Kecamatan Palu Selatan, Nurhasan setuju dan mendukung Tempat Pemakaman Umum (TPU) di wilayah itu ditata untuk kepentingan Ruang Terbuka Hijau (RTH), sebagai mana program yang akan di canangkan oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Palu. 

Nur Hasan mengatakan, TPU di Kota Palu umumnya belum tertata dengan maksimal, tidak terkecuali di Kelurahan Petobo. Ditambah, lahan yang masih gersang. Olehnya melaui program yang akan diterapkan DKP Palu, TPU pantas dikelolah sebagai RTH.
Saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Palu terus berupayah memenuhi kecukupan RTH tersebut sebagai mana amanat Undang-Undang  (UU) Nomor 26 tahun 2007 tentang Ruang Terbuka Hijau mensyaratkan RTH pada wilayah Kota paling sedikit 30 persen, dari luas wilayah kota tersebut. 
Berdasar pada petunjuk regulasi yang mengatur soal RTH, konsekwensi setiap lahan  di daerah tertentu idealnya minimal 70 persen digunakan untuk kepentingan pembangunan sarana dan prasarana infrastruktur, kemudian 30 persen untuk lahan hijau.
Sesuai pasal 1 ayat (31), RTH merupakan area memanjang atau jalur dan atau mengelompok, yang penggunaannya lebih bersifat terbuka, tempat tumbuh taman, baik yang tumbuh secara alami maupun yang sengaja ditanam.
“Pada dasarnya Pemerintah Kelurahan Petobo setuju jika TPU ditata untuk kepentingan lingkungan dan social. Kenapa tidak hal positif ini kita sambut dengan baik,” kata Nurhasan, Senin (28/11).
selain untuk kepentingan penghijauan, RTH juga dapat di manfaatkan dan diakses sebagai untuk kepentingan umum seperti, tempat beraktivitas masyarakat setempat. Bahkan, hadirnya RTH di TPU juga sebagai bentuk untuk merubah mainset negatif khalayak luas terhadap TPU yang katanya tempat ‘angker’.
“Iya, yang penting tujuannya baik untuk masyarakat, karena pada dasarnya menghilangkan kesan horor atau seram, dan kalau itu bias di lakukan, TPU juga bias untuk tempat rekreasi,” tuturnya.
“Sebelum program itu diterapkan sebaiknya pihak terkait melakukan sosialisasi terlebih dulu kepada masyarakat, sehingga masyarakat tau apa maksud dan tujuannya,” tutup Nurhasan. WN

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama