Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SENGGANG

SULAWESI

EDUKASI

» » » » Konfrensi EKPOL Di Untad Hadirkan Ilmuwan Luar Negeri
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama

PALU - Saat ini Fakultas Ilmusosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tadulako akan melaksanakan agenda besar, yakni Konfrensi Internasional dengan isu yang diangkat tentang ekonomi dan politik di Indonesia terkhusus di Wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng). Kondrensi tersebut, rencanannya akan dihadiri puluhan ilmuan pakar sosial luar Negeri.

Kehadirian pakar ilmu Sosial di Sulteng itu, tidak lain yakni memebrikan sumbangsi pikirannya melalui diskusi diskusi ilmiah yang akan dihelat pada 16 hingga 22 Desember 2016 mendatang.
Dari keterangan yang disampaikan oleh Ketua Panitia Pelaksana Konfrensi, Muhammad Nasrum, saat konfrensi Perss di Sekretariat Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Palu, Kamis (24/11) menyatakan, ilmuwan yang dipastikan hadir berasal dari Asia, Eropa, Afrika, Hingga Amerika.
Kesemua pakar ilmu sosial ini, akan mengikuti kofrensi dengan tema yang diusung Melayari Arus Global Kapital, Kebijakan dan Nilai nilai, dengan sup tema, Konseptualisasi Ragam Lintasan Menuju Modernitas Alternatif di Indonesia.
Papar Nasrum, dari hasil komunikasi yang dibangunnya bersama ilmuwan luar Negeri itu, dipastikan hadir diantaranya yakni, Prof David Henley, salah seorang guru besar di salah satu perguruan tinggi di Belanda. Dalam kajian, Henley telah melakukan berabgai penelian di Indonesia. Kemudian, Prof Murray Li, yang juga merupakan guru besar di University of Toronto Kanada. Li sendiri, merupakan ilmuwan jurusan Antropologi diperguruan tinggi tersebut, Li, juga pernah menulis kehidupan Suku Lauje Kabupaten Parigi amoutong (Parimo).
Selain Li, ada juga Prof Gregory Lawrence Acciaioli, yang bekerja sebagai Dosen pada Departement of Antropology and Sociology Discipline Group and Asian Studies Discipline Grpup. Scholl of Social and Cultural Studies, The of University of Western Australia, yang fokus kajiannya pada pembangunan ekologi, pengelolaan sumber daya, hukum ada, dan masyarakat adat di wilayah yang dilindungi.
Dari sejumlah ilmuwan yang hadir, sebagian besar pernah melakukan kajian di wilayah Nusantara termasuk Sulteng, dan diterbitkan dalam sebuah buku yang saat ini menjadi sumberbacaan diperguruan tinggi di Indonesia.
Nasrum mengatakan, pada kegatan Konfrensi Internasional nanti yang juga kali pertama di gelar di Untad itu, ada salah satu agenda yakni segmen bedah buku.
"Dalam segmen itu ada tiga buku yang coba kita bedah bersama ilmuwan ilmuan luar Negeri ini. Salah satunya yakni buku Prof Tania Murray Li, tentang masyarakat Lauje di wilayah Tinombo dan sekitarnnya Kabupaten Parigi Moutong," urai Nasrum.
Dosen Antropologi Fisip Untad ini menjelaskan, rangkaan konfrensi internasional itu, tidak lain bertujuan untuk menghamparkan suatu tantangan dalam kajian sosial dalam rangka mendorong gagasan gagasan yang lebih segar dengan narasi baru dan pemikiran alternatif tentang konsep konsep sentral Sulteng.
Upaya ini juga, menekankan pada penjaringan keprihatinan intelektual dan aktivitas dalam menghasilkan 'simpul simpul sosial budaya' tertentu, anslisis yang acapkali menmbingungkan alam hubungannya dengan manifestasi lokal atas formasi kapital, kekuasaan dan ruang ruang ketahanan, juga berkenaan dengan konteks yang lebih besar dari satu perubahan dalam lingkup wacana kedaerahan, nasional dan global serta kebijakan yang dapat memandu arah lintassn sejarah dan dinamika dunia kontemporer.
"Saat ini bagaimana arus ekonomi politik dan kapital secara global teradi di Indonesia, para pakar pakar ini ahli dibidang itu. Nah, ini yang coba kita ulas, melalui hasil kajian kajian pakar sosial tersebut.
"Selain itu, secara pragmatis ini juga diharapkan dapat menjadi satu acuan kebijakan pemerintah. Kita juga memberikan pemahaman pemahaman konkriet terhadap pemangku kepentingan di daerah ini, mulai dari sejarah berdirinya Sulawesi Tengah beserta rentetan budayanya," tutup Nasrum. WN

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama