Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SENGGANG

SULAWESI

EDUKASI

» » » » ITB Desain 65 Hektar lokasi Arboretum
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama

PALU - Dari luas lahan 105 Hektar untuk kepentingan pembangunan arboretum atau dikenal dengan hutan Kota, kurang lebih 65 henkatr didesain oleh Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai salah satu partner Pemerintah Kota (Pemkot) Palu untuk fasilitas umum dan sosial termasuk didalamnya fasilitas olahraga.

Dari 65 hektar itu, sisanya akan diperuntukan sebagi tempat penghijauan yang rencanannya ditanami pohon pohon berkualitas, sebagai salah datu bebtuk langkah pemenuhan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Palu.
"Pemerintah Kota Palu membangun kerja sama ini bersama pihak Institut Teknologi Bandung Provinsi Jawa Tengah untuk melakukan desain hutan Kota, ITB salah satu perguruan tinggi yang menjadi partner Pemkot Palu akan merancang berbagai fasilitas didalamnya, termasuk sarana olahraga," terang Kepala Dinas Penataan Ruang dan Perumahan (DPRP) Kota Palu, Rahmat Kawaroe, Selasa (22/11).
Dikemukaaknnya, per-Agustus lalu Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola, telah menyerahkan lahan yang ada di Kecamatan Talise itu kepada Pemkot Palu untuk dikelolah dijadikan sebagai hutan Kota, yang juga dikerjasamakan dengan pihak Pemerintah Boras Swedia.
Sejauh ini papar Rahmat, pihak ITB tengah merancang desain hutan Kota, sehingga diperkirakan, pada 2017 mendatang pembangunan arboretum tersebut sudah bisa dimulakan.
Melalui dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Palu akan menetukan link clinering atau menetukan spot spon mana yang cocok untuk hutan Kota, kenudian pembangunan sarana olahraga, taman bermain dan fasilitas fasilitas lainnya.
"Jadi, melalui Dinas PU membentuk dulu mana mana lokasi atau spot yang ideal untuk hutan kota, taman bermain anak, sarana olahraga, termasuk sarana pertunjukan budaya mulai dari musik tradisional hingga modern yang saling berintegrasi. Insya Allah tahun depan itu dulu langkah awalnya," jelas matan Kadis PU Kota Palu, Rahmat Kawaroe.
Selanjutnya, urai Rahmat, dirinya belum bisa memastikan penggaran pembangunan arboertum itu berasal dari APBD Kota Palu atau sepenuhnya ditanggulangi oleh pihak Pemkot Boras Swedis.
"Peran Pemerintah Boras Swedia lebih kepada lingkungan, saat ini masih dalam tahab awal yakni perencanaan ples Link clinering, boleh jadi semua pohak terlibat. Yang jelas saat ini kita masih menunggu dulu seperti apa penganggarannya kedean," pungkasnya. WN

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama