Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SENGGANG

SULAWESI

EDUKASI

» » » » Diduga Korupsi ADD, Kades Ambesia Didemo
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama

PARIMO - Puluhan warga Desa Ambesia Kecamatan Tomini mendatangi kantor Kecamatan setempat menuntut Kepala Desa  Safir Dj Tanggulio. Disinyalir, Pemerintah desa (Pemdes) setempat melakukan korupsi Alokasi Dana Desa (ADD) tahun anggaran 2016.
Masa yang tergabung dalam Angkatan Muda Tomini Raya Desa Ambesia mengecam aksi perbuatan yang dilakukan Pemdes. Bukan hanya itu, merek juga meminta kepada Camat, agar perangkat Desa tersebut segera diresuffle karena dinilai telah melakukan pelanggaran administrasi keuangan Desa.
"Kami minta kepada Camat agar perangkat Desa Ambesia segera dibubarkan dan dianti dengan yang baru. Karena perangkat tersebut diduga telah melakukan aksi tindakan korupsi," tegas Koordinator lapangan (Korlap) saat berorasi, Mizwar, Kamis (10/11).
Dikemukakannya, penyelenggaraan ADD di Desa Ambisia oleh Kades dan perangkatnya tidak berbanding lirus dengan Dokumen Rincian Kegiatan (DRK) yang telah disusun.
Dimana, dalam penyelenggaraannya terdapat kecurangan dilakukan aparat Pemdes setempat. Mizwar menjelaskan, pada pelaksanaan itm kegiatan Desa pada tahap pertama Yang tidak direalisasikan sebesar Rp 56 juta lebih, kemudian tahab berikutnya berjumlah Rp 11,5 juta lebih dan selanjutnya berjumlah Rp 45 juta lebih dari total ADD sebsar Rp 500 juta lebih.
Yang mana, anggaran tersebut digunakan untuk kepentingannya pembangunan infrastruktur serta sarana dan prasarana Desa.
Sehingga, aparat Desa setempat dinilai telah melakukan praktik korupsi serta tidak adanya transparansi pengelolaan keuangan ADD.
"Kami menilai kegiatan ini sudah melanggar aturan karena ada indikasi kecurangan didalamnya. Kalau curang jelas tidak ada transparan," ujarnya.
Olehnya, masa pengunjuk rasa mendesak agar pemerintah Kecamatan segera mengambil langkah tegas untuk melakukan tindak lanjut kasus tersebut.
Mizwar memaparkan, dari tuntutan diajukan, Camat Tomini Ambran Pakaya meminta agar warga bersabar menunggu evaluasi yang dilakukan aparat pemerintah setempat.
Sebab, kasus tersebut perlu dilakukan penelusuran lebih jauh, sehingga hal ini membutuhkan waktu.
"Camat mengatakan secepatnya menindak lanjuti kasus tersebut," tandasnya.
Sebelumnya tutur Mizwar, saat menggelar rapat bersama Perangkat Desa beserta stakeolder setempat pada 29 September 2016 lalu, Sekretaris Desa (Sekdes)  Ambesia, Darjo, mengaku akan mengganti ADD tahab pertama sebesar Rp 20 juta dari Rp 56 juta lebih yang diduga sengaja tidak direalisasikan.
Namun lanjut dia, janji yang didilontarkan sang Sekdes hingga kini belum juga direalisasikan.
"Pada waktu rapat, yang juga dismal kan pihak BPD dan lembaga masyarakat, bahwa Sekdes mengaku akan mengganti uang itu, namun sampai sekarang uang Rp 20 juta yang dijanjikan belum ada juga wujudnya terlihat," pungkas Mizwar. WN

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama