Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SENGGANG

SULAWESI

EDUKASI

» » » » » Destinasi Megalith Butuh Akses Jalan
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama

POSO - Destinasi wisata megalitikum didataran lembah Behoa dan sekitarnya Kabupaten Poso perlu membutuhkan akses jalan yang memadai demi menunjang mobilitas transportasi kedaerah tersebut.

Penetapan destinasi megalitikum itu, berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Sulteng nomor 35 tahun 2016 tentang destinas wisata prioritas sulteng. Sehingga, akses jalan dianggap hal penting dan sangat prioritas.
"Kami tidak bermuluk muluk, kami hanya minta kepada pemerintah agar jalan poros menuju Desa Doda perlu direhabilitasi, sebab itu hal yang paling penting untuk menunjang pariwisata tentu didukung dengan akses jalan," terang Kepala Badan Pembangunan Desa (BPD), Desa Doda Kecamatan Lore Tengah, R Lage, Minggu (13/11).
Salah satu tempat yang sering dikunjungi para wisatawan, yakni cagar budaya pokekea Desa Doda. Ditempat tersebut, sejumlah Benda Cagar Budaya (BCB) bisa dijumpai. Seperti patung kalamba maupun batu berbentuk lingkaran persegi panjang.
Jika akses jalan bisa terpenuhi, pengunjung tentu ramai berdatangan, seiring dengan itu pula dapat menunjang ekonomi masyarakat setempat.
"Jika ini terealisasi tentu dapat menunjang ekonomi masyarakat. Kami berharap pemerintah secepatnya mengambil langkah serius," beber Lage.
Dikatakannya, lembah Behoa dan sekitarnya kaya akan situs peninggalan zaman prasejarah. Tak jarang, para peneliti luar Negeri maupun wisatawan domestik hingga wisatawan mancanegara (Wisman) mengunjungi lokasi tersebut.
"Akses jalan sangat penting, bagaimana mendatangkan wisatawan kalau jalan tidak memadai," tandasnya.
Dengan ditetapkannya lembah Behoa menjadi salah satu destinasi wisata prioritas di Sulteng maka, Pemerintah Provinsi (Pemprov) melalui Dinas Pariwisata Sulteng dan instansi terkait berencana akan melakukan rehabilitasi jalan tersebut.
Dirinya mengaku, hingga kini akses jalan menuju Doda masih sangat memperihatinkan. Banyaknya material longsor berserakan dan sisa sisa pohon tumbang membuat badan jalan tertutup.
Dari pantauan media ini, akses jalan menuju lokasi wisata megalit tersebut rusak parah. Bahkan, beberapa titik ruas jalan hampir putus akibat longsor, ditambah lagi jalan yang berlumpur sehingga tak jarang kendaraan melintas di jalan tersebut tertahan. WN

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama