Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SENGGANG

SULAWESI

EDUKASI

» » » » Vatu Dea Di Terjang Banjir
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama

PALU - Akibat hujan yang mengguyur Kota Palu pada Senin (3/10) malam membuat Kelurahan Tipo tepatnya wilayah Vatu dea  diterjang banjir. Air yang mengalir dairi atas gunung itu menimpa pemukiman warga setempat. Sedikitnya kurang lebih 20 rumah dihantam banjir yang membawa sedimen.

Mendengar kabar itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palu Asri, Selasa pagi (4/10) langsung melakuan peninjauan kelokasi hingga kesungai yang dilintasi okeh banjir tersebut.

Saat ditemui media ini, Asri mengatakan, terjadinya banjir diwilayah Vatu dea Keurahan Tipo diakibatkan adanya aktivitas masyarakat melakukam pengerukan material bebatuan pada alaur alam yang justru merubah alur alam itu sendiri, sehingg secara tak sadar dari aktivitas itu menimbulkan luapan air hingga kepemukiman.

"Iya menurut warga, ini akibat dari aktivitas pengambilan material bebatuan oleh warga dibagian atas Vatu dea, akibatnya warga berada dihilir terkena nampaknya," terang Asri.

Melihat situasi itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Palu melalui BPBD langsung mengerahkan satu alat berat dan tiga mobil dam truk milik Dinas PU Kota Palu untuk melakukan normalisasi alur alam sungai diwilayah itu.

Sementara, Amir warga seempat membenarkan adanya aktivitas pengabilan material bebatuan diseputaran pegunungan Tipo oleh warga Lekatu yang letaknya berada diatas Vatu dea. Kata dia, pengerukan material itu sudah berlangsung cukup lama, bahkan dari aktivitas itu sebagian alur alam atau sungai telah tertutup.

Amir menceritakan, terjadinya banjir yang menghantam wilayah Vatu dea itu sekitar pukul 21.00 Wita pada senin malam. Karen diguyur hujan warga tidak ada beraktivitas keluar rumah. Di saat hujan semakin deras lanjut dia, tiba tiba terdengan suara gemuru adari arah pegunungan, tak berselang lama air beserta material langsung menghantam pemukiman warga.

"Sebenarnya itu bukan jalannya air. Karena sudah ada galian galian disitu maka air mengalir tidak beraturan lagi. Dilereng lereng gunung itu banyak galian dan itu sudah parah, sudah berapa kali kami kasitau dorang tapi tidak ada juga badengar, dorang yang untung kami yang dibawa kena imbasnya. Sekarang kalau sudah begini siapa yang bertanggung jawab," keluh Amir.

Dijelaskannya, tinggi air yang menghantam wilayah itu hingga seukuran pinggang orang dewasa dengan membawa sedimen lumpur, pasir hingga batu. Untungnya dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa.

Bahkan papar dia, selama beberapa waktu terakhir wilayah Vatu dea sudah dua kali dilanda banjir. Kali pertama terjadi pada tanggal 19 September, kemudian yang kedua kalinya pada 4 Oktober.

"Hanya berselang dua minggu banjir lagi. Waktu pertama itu air hanya sampe mata kakai, nanti yang kedua ini air sampe dipinggang. Pokoknya hampir dua puluh ruma itu dimasuki air," tuturnya.

Ditempat yang berbeda di Kelurahan Silae Kecamatan Ulujadi, hal yang sama juga terjadi. Namun banjir yang melanda wilayah itu tidak separah Vatu dea Tipo. Dimana, banjir yang melanda Silae  berada dijalan Malonda tepat di arah samping Selatan Swiss Bel Hotel.

Saking derasnya Air yang datang tiba tiba saat hujan pada senin malam itu membuat badan sungai didepan Swiss Bel Hotel meluap hingga kejalan proros dengan membawa material potongan ranting kayu serta sedimen lumpur.

Kepala BPBD Kota Palu Asri mengatakan, banjir yang terjadi di Silae itu merupakan banjir tahunan. Sebelumnya sebut dia diwilayah itu pada tahun 1996 sekitar 20 tahun lalu hal yang serupa juga perna terjadi.

"Ini banjir musiman. Dulu pernah terjadi sekitar 20 tahun yang lalu. Sekarang kami sudah turunkan alat berat untuk membersihka material yang berserakan dijalan. Kami juga sudah berkoordinasi dengan dinas PU dan Kebersihan untuk segera mengangkut material dan sampah," ujarnya.

Dari pantauan media ini, warga Vatu dea Tipo sudah mulai membersihakn rumah mereka dari sedimen yang terbawa air menggunakan alat seadanya. Sementara, diwilayah Silae jalan poros Malonda sempat mengalami macet karena banyaknya lumpur berserakan dibadan jalan. WN

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama