Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SENGGANG

SULAWESI

EDUKASI

» » » » Tawaeli Diterjang Banjir
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama

PALU - Hujan yang mengguyur Kota Palu dan sekitarnya pada Minggu sore membuat sebagian pemukiman di empat Kelurahan di Kecamatan Tawaeli diterjang banjir yang membawa material lumpur. Empat kelurahan itu yakni Kelurahan Tondo, Layana, Baiya dan Pantoloan Boya.

Dampak yang ditimbulkan banjir terparah berada di RT 10,11 dan 12 Kelurahan Baiya Kecamatan Tawaeli. Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palu,  di RT 10,11 dan 12 Baiya terdapat sedikitnya 29 rumah warga yang terendam. Lima rumah yang terletak di kompleks Pasar Vinase Kecamatan Tawaeli bahkan mengalami rusak  ringan.

Dari pantauan media ini, warga masih terlihat sibuk mengeluarkan material lumpur dari dalam rumah. Tumpukan material lumpur dan pasir serta ranting pohon yang terbawa arus memenuhi halaman rumah warga. Banjir di Kelurahan Baiya ini ungkap warga, diakibatkan meluapnya Sungai Mangu di kawasan tersebut.  Hingga Senin siang kemarin, air dilokasi RT 10,11 dan 12 masih menggenang.

Banjir juga merendam masing-masing 3 rumah warga di Kelurahan Layana, 7 rumah di Kelurahan Tondo dan 26 rumah di RT 2 Kelurahan Pantoloan Boya. Di RT 2 Pantoloan Boya, dilaporkan empat kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi di rumah tetangga. Selain itu, derasnya arus banjir turut merusak infrastruktur jalan dan mengganggu saluran pipa air bersih warga setempat. Banjir dilokasi ini menurut warga diakibatkan meluapnya Sungai Ombo dan beberapa sungai-sungai kecil. Warga umumnya mengakui air yang menerjang rumah mereka disebabkan lantaran luapan sungai.

Melihat kondisi itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Palu turun meninjau lokasi yang di pimpin langsung Plt Sekkot Palu Dharma Gunawan Mochtar, didampingi Asisten I, Kepala BPBD, Kepala Dinas Sosial, dan Kepala Dinas PU Kota Palu. Peninjauan dimulai di RT 2 Pantoloan Boya. Ditempat ini, Pemkot melalui BPBD langsung mengajak warga membuat tanggul dari karung berisi pasir.

Dari peninjauan itu, Pmkot Palu langsung merumuskan sejumlah solusi  jangka pendek. Olehnya Sekkot meminta melalui
dinas sosial agar mendata jumlah korban banjir untuk kepentingan penyaluran bantuan kebutuhan dasar. Selain pihak Dinsos, Sekkot juga langsung memerintahkan pihak Puskesmas setempat untuk membuka posko kesehatan.

“Kita perlu mengkaji ulang topografi penataan ruang di Kota Palu. Sebab Kota Palu ini saya bilang berbeda dengan yang lain. Artinya, jika kita selesai mengantisipasi dampak  banjir pada satu lokasi,  dilokasi lainnya lagi yang terjadi. Berpindah-pindah,”ujar Dharma Gunawan, (10/10).

Menurutnya, bencana banjir tidak dapat diprediksi secara pasti. Apalagi, Kota Palu kondisi alamnya kadang tidak searah dengan wilayah lain sehingga, situasi ini perlu diperhatikan dan diwaspadai.

"Sehingga warga tetap waspada karena cuaca Kota Palu saat ini tidak menentu, dan intensitas curah hujan pun tinggi," imbaunya.

Dari hasil pantauan dilokasi banjir, Pemkot Palu akan menggelar pertemuan bersama stake holder setempat dan pihak pihak SKPD teknis lainnya, membahas terkait penanggulangan bencana. WN

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama