Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SENGGANG

SULAWESI

EDUKASI

» » » » Sopir Angkot Palu Demonstrasi
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama

PALU  - Pemerintah Kota (Pemkot) Palu akan mengupayakan pada 2017 mendatang menangani secara tuntas persoalan trayek Angkutan Kota (Angkot) yang saat ini menjadi keluhan para sopir angkot tersebut.

Wali Kota Palu Hidayat menyatakan, pihaknya, pada tahun anggaran baru akan segera menyelesaikan problem trayek itu melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota. Hidayat mengatakan, tahun ini Pemkot Palu belum bisa membenahi secara keseluruhan tuntutan yang dilayangkan para sopir angkot tersebut.

“Insya Allah tahun depan persoalan ini bias kita benahi secara keseluruhan, sehingga trayek angkutan jalan bisa terarah,” terang Hidayat saat menerima puluhan masa aksi, Kamin (13/10).

Sebelumnya, puluhan supir angkot yang tergabung dalam  Front Komunitas Angkutan Kota Palu mendatangi Kantor Wali Kota bersama armadanya. Kedatangan mereka itu, menuntut kebijakan Pemkot Palu terhadap system trayek yang diterapkan. Bukan hanya itu, tuntutan lain juga dilontarkan mengenai fungsi terminal

Massa  aksi menilai, saat ini terminal tidak lagi berfungsi sebagai mana mestinya, dimana, angkutan jalan melakukan bongkar muat barang termasuk mobilisasi penumpang  tidak dilakukan diterminal, sehingga menurut mereka hal itu mematikan langkah Angkot.

Selain itu, protes juga dilayangkan karena dinilai aktivitas angkutan jalan beroperasi tanpa izin. Hal itu terjadi kata masa aksi akibat dari belum adanya ketegasan instansi terkait untuk penegakan Undang Undang (UU) No 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan, serta peraturan menteri dalam negeri No 101 tahun 2014.

Astam selaku  Ketua Asosiasi Supir Angkutan Perkotaan (ASAP) Kota Palu mendesak Wali Kota Palu untuk menegakkan aturan trayek yang sebelumnya telah disusun bersama. Astam menilai, carutmarutnya sistem trayek itu membuat pendapatan mereka menurun drastis.

Dari aksi unjukrasa itu, terlihat puluhan supir angkot membawa sejumlah poster yang berisi sindiran kepada Wali Kota.

“Pemerintah Kota melalui Dinas perhubungan harus menindak tegas angkutan plat hitam dan angkutan liar yang beroperasi di Kota Palu. Selain itu juga agen dan PO yang menyelenggarakan pemberangkatan angkutan illegal harus ditertibkan,"pintanya.

Sekitar pukul 10.30 Wita siang, masa aksi ditemui langsung Plt Sekretaris Kota Dharma Gunawan Mochtar, naun para demonstran tak menghiraukan. Masa memnita ingin bertemu lansung Wali Kota.

“Kami ingin bertemu langsung Wali Kota bukan orang lain. Jam barapapun Wali Kota datang kekantor ini kami akan tunggu,” teriaknya saat orasi.

Setelah duduk berjam jam dihalaman Skretariat Pemkot Palu, akhirnya Wali Kota Hidayat menemui masa aksi. Hidayat mengatakan, dirinya baru saja tiba dari meninjau sejumlah wilayah yang terkena dampak banjir.

Mendengarkan tuntutan para sopir  yang ditujukan padanya, Hidayat meminta agar masa aksi mengajukan tuntutannya secara tertulis, dan paling lambat tuntutan tersebut dimasukan hari ini untuk di rapatkan bersama – sama.

“Silahkan Korlap masukan tuntutan secara tertulis, sehingga ini menjadi bahan evaluasi untuk dibahas bersama,” kata Hidayat dihadapan massa aksi

Terpantau, usai bertemu Wali Kota menyampaikan aspirasinya, massa aksi membubarkan diri dengan tertib. WN

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama