Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SENGGANG

SULAWESI

EDUKASI

» » » » Pemkot Palu Petakan Tiga Metode Kebencanaan
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama

PALU - Pemerintah Kota (Pemkot) Palu dalam menangani kebencanaan di Kota Palu menggunakan tiga pemdekatan. Pendekatan itu yakni memetakan titik titik rawan bencana, kemudian Perencanaan dan upaya pencegahan dini.

Plt Sekretaris Kota (Sekkot) Palu Dharma Gunawan Mochtat saat memimpin rapat kebencanaan, Selasa (11/10) mengemukakakn, tiga pendekatan itu dilakukan guna mempermudah infentarisasi wilayah wilayah rawan bencana, sekaligus mengkroscek wilayah terkena dampak banjir.

Selain itu, perencanaan berdasarkan keruangan yang mana wilayah terkena dampak banjir diwilayah Tipo, Siae dan sejumlah Kelurahan di Kecamatan Tavaili memiliki kontur alam yang rentan dengan resiko bencana.

"Titik titik yang terkena dampak Ini perlu diinfentarisir kemudian apa masalahnya sehingga terjadi seperti itu , sehingga resiko kebencanaan dapat diminimalisir," terangnya.

Pendekatan itu papar Dharma Gunawan, akan dibebankan kepada perangkat kecamatn dan kelurahan melalui satgas K5 dimasing masing wilayah. Sebab menurutnya, Kota Palu saat ini belum ada jaminan situasi cuaca kondusif.

"Belu ada jaminan kondisi cuaca saat ini tidak memiliki kerentanan kebencanaan. Olehnya, kita perlu melakukan pemetaan dan pencegahan dini, sehingga dampak yang ditimbulkan tidam memberikan ancaman," ujarnya.

Olehya, dengan situasi itu, tingkat kewaspadaan ditengah masyarakat perlu dinaikan. Dengan ditingkatkannya, antusias warga mewaspadai kerentanan itu, maka hal ini diharapkan dapat mengurangi resiko bencana.

Sementara, kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palu Asri mengaku, saat ini kerjasama antara Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) dilingkup Pemkot Palu belum terlaksana secara maksimal penanggulangan bencana baik mulai prabencana maupun pasca bencana, sebagai langkah tanggap daruruat.

BPBD sebagai leading sektor kebencanaan papar dia, tak luput melakukan pemantauan situasi dan Kondisi wilayah wilayah Kota Palu yang masuk dalam peta rawan bencana.
""Saya kira melalui pertemuan ini kita menyatukan persepsi bersama. Sebab, masalah kebencanaan tidak bisa hanya ditangani dinas teknis saja, ini merupakan lintas sektoral," katanya.
Dalam rapat penanggulangan bencana itu, turut di hadiri kepala wilayah Lurah dan Camat yang wilayahnya terkena dampak banjir. Kemudian juga dihadiri Dinas PU, Dinas Sosial, BMKG Kota Palu, Basarnas, serta Balai wilayah Sungai Sulawesi (BWSS III),  dan sejumlah LSM yang bergelut dibidang lingkingan.

Sementara, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN VI) ak kunjung hadir dalam rapat tersebut. WN

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama