Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SENGGANG

SULAWESI

EDUKASI

» » » » MUI Minta Pemkot Palu Tutup THM D'CUBE
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama

PALU - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu meminta Kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Palu agar segera menutup dan membubarkan tempat hiburan malam di Wilayah Kota Palu. Pasalnya, akhir akhir ini kegiatan hiburan malam semakin merajalela.

Salah satu tempat hiburan malam yang saat ini menjadi perbincangan hangat diKota Palu yakni dipusat perbelanjaan Palu Grad Mall (PGM), disinyalir, selain sebagai pusat perbelanjaan PGM juga menjajakan tempat hiburan malam.

"Tidak ada alasan bagi pemerintah Kota Palu untuk tidak menindak tegas keberadaan tempat hiburan malam tersebut," kata ketua MUI Kota Palu Zainal Abidin, Minggu (2/10).

Ketua MUI Kota Palu, Prof. Dr. H. Zainal Abidin M.Ag, di Palu, Minggu, menyatakan bahwa pemerintah kota setempat harus segera mengambil langkah tegas untuk membubarkan tempat hiburan malam yang merusak mental masyarakat kota itu.

Bahkan keberadaan tempat hiburan malam di PGM sebut dia, menandakan bahwa pengusaha atau pihak pengembang PGM tidak mendukung visi Wali Kota Palu, Hidayat dan Wakil Wali Kota Palu, Sigit Purnomo Said.

“Pemerintah kota lewat dua tokoh tersebut ingin membangun masyarakat berdasarkan nilai-nilai keagamaan yang diikutkan dengan budaya dan adat istiadat setempat,” jelasnya.

“Visi tersebut mestinya harus di terjemahkan dan diimplementasikan oleh semua pihak yang terdiri dari unsur pemerintah dan swasta di kota Palu,” tambahnya.

Dirinya menegaskan, Jika ada pihak yang membangun dan menyediakan tempat hiburan malam yang berbau negatif, maka hal itu bertentangan dengan Visi Pemkot Palu. Disisi lain, papar dia, tempat hiburan malam di PGM berada di Kecamatan Palu Barat, tentunya bertentangan dengan perencanaan Kecamatan itu menjadi Kecamatan religi.

“Ini tentu bertentangan dengan perencanaan Kecamatan Palu barat menjadi Kecamatan religi yang baru baru ini dilakukan penandatanganan MoUnya,” terang Zainal Abidin.

“Penyediaan tempat hiburan malam boleh dilakukan asalkan tidak bertentangan dengan program pemerintah Kota yang dituangkan dalam Rencana Program Jangka Menengah Daerah,” pungkasnya. WN

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama