Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SENGGANG

SULAWESI

EDUKASI

» » » » Isu pengangkatan Honorer Hanya Bohong Belaka
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama

PALU- Maraknya isu beredar mengenai pengangkatan tenaga honorer menjadi Aparatur Sipil Negara dilingkup Pemerintah Kota (Pemkot) membuat Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Palu geram, dan menegaskan isu tersebut tidak benar alias bohong.

Kepala BKD Palu, Moh Rifani Pakamundi menyatakan, bahwa isu itu hanya pembohongan publik oleh oknum tak bertanggung jawab. Bahkan kata, Rifani, pihaknya tidak pernah mengumumkan pengangkatan pegawai secara person atau orang perseorangan.

"Tidak betul. Kalaupun ada pengumuman pasti disampaikan secara terbuka. Tapi sampai hari ini belum ada penerimaan. Apalagi katanya BKD memberikan informasi pengumuman pengangkatan honorer lewat orang perorang, ini kan tidak masuk akal," terang Rifani, Kamis (27/10).

Hingga kini, tak jarang orang mendatangi BKD terutama para Kepala sekolah dan sejumlah guru menanyakan kebenaran isu tersebut. Bahkan, beber Rifani, hingga kini kurang lebih tiga orang telah menghubunginya melalui telepon genggam menanyakan informasi pengangkatan honorer.

Kata dia, ada oknum yang sengaja melempar isu ini kepublik, mengatasnamakan kepala BKD Kota Palu. Dimana papar dia, laporan beberapa kepala sekolah dan guru yang telah dihubungi oleh Oknum mengatas namakan dirinya itu, mengatakan mereka (Guru) sudah lulus CPNS dan meminta mereka menyiapkan berkas untuk proses pengangkatan sebagai PNS, termasuk meminta imbalan uang kepada yang bersangkutan.

"Ada yang sengaja memakai nama saya untuk kepentingan pribadinya. Jadi uang yang dimintai menurut sejumlah guru itu jumlahnya bervariasi, mulai dari Rp 3 juta hingga Rp 6 juta," sebutnya.

Adanya isu beredar mengenai pengkatan honorer itu, Rifani berharap agar masyarakat tidak serta merta percaya begitu saja, dan tidak terpancing dengan modus modus yang berujung pada tindakan penipuan.

"Saya sangat keberatan dengan tindakan oknum ini yang mencatut jabatan saya, dan olehnya saya minta kepada semua tenaga honorer untuk tidak mudah mempercayai adanya informasi itu," tandasnya.

Jika, honorer ingin mengetahui perkembangan informasi kepegawaian, Rifani meminta agar honorer tersebut agar menghubungi langsung pihak BKD.

"Saya minta semua tenang dan tidak terpancing dengan situasi ini," pungkasnya. WN

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama