Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SENGGANG

SULAWESI

EDUKASI

» » » » Dua pasar di Palu Tidak Berfungsi
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama



PALU  - Saat ini Kondisi dua Pasar di Kota Palu tidak berfungsi maksimal. Dimana kedua pasar itu yakni Pasar ikan Kelurahan Lere dan Pasar Tradisional Kelurahan Talise Valangguni.

Pasca diresmikan, pasar Ikan di Kelurahan Lere Kecamatan Palu Barat itu belum berfungsi secara maksimal. Yang seharusnya aktivitas rutin bongkar muat ikan itu terus berjalan, namun kenyataan dilapangan tidak demikian.

Salah satu warga setempat Sarbin (44) mengatakan, aktivitas bongkar muat ikan itu hanya berlangsung sekitar satu jam  saja pada waktu pagi hari mulai pukul 05.30 hingga 07.00 Wita. Setelah bongkar muat selesai, Kondisi pasar kembali sunyi.

"Pasar itu saat ini hanya dipergunakan bongkarmuat itu pun tidak maksimal. Hanya satu jam berlangsung setelah itu situ sunyi lagi," terang Sabrin, (10/10).

Menurutnya aset Pemerintah Kota (Pemkot) Palu itu mubazir dibangun, sebab pedagang tidak menempati fasilitas itu secara utuh. Bahkan, sebagian infrastruktur bangunan itu tambah dia sudah ada rusak.

“Ini pasar percuma dibangun, padahal fasilitasnya bagus. Terakhir hanya rusak semua sudah. Itu WC nya sudah dua kali diperbaiki,” ujarnya.

Dirinya berharap, pasar yang dibangun Pemkot menggunakan Anggatan Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) itu bisa termanfaatkan dengan baik.

“Rugi betul anggaran kalau pasar bagus begini tidak digunakan,” keluhnya.

Sementara, pasar tradisional Talise yang terletak dijalan Dayo Dara kelurahan Talise Valangguni justru tidak berpenghuni dan ditinggalkan pedagang. Dari pantauan media ini, tak ada pergerakan atau aktivitas jual beli. Jangankan pembeli, pedangan yang biasanya menempati lapakpun juga tak kunjung kelihatan. Hanya tersisa beberapa gerobak yang kondisinya sudah mulai rusak. Pasar yang diresmikan 2014 lalu dibangun dengan menggunakan APBD sekitar 1.4 miliar.

Menurut salah satu pedangan, yang lebih memilih pidah berjualan diluar pasar yang namanya tidak ingin dikorankan mengatakan, bahwa kondisi pasar itu, sudah lama ditinggal lari penghuninya, sehingga kondisi itu terlihat sunyi.

Melihat situasi itu tutur dia, maka dirinya juga ikutan pindah keluar pasar karena sunyi pedagang.

“Saya juga ikutan pindah, karna pedagang tidak ada yang mau bertahan. yang lain mau berjualan dipinggir jalan semua. Tidak mungkin juga hanya saya sendiri yang berdagang di pasar,” curhatnya. WN

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama