Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SENGGANG

SULAWESI

EDUKASI

» » » » Disdik Kota Palu Tambah Jam Pelajaran
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama

PALU- Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palu akan memberlakukan penambahan jam pelajaran Agama terhadap siswa/siswi Sekolah dasar pada tahun 2017 mendatang.

Penambahan jam pelajaran itu sebagai bentuk implementasi visi Wali Kota Palu.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Palu, M Sadly Lesnusa mengemukakan, penambahan jam pelajaran tersebut merupakan program ‘Palu kana mapande’yang digagas oleh pihaknya. Sehingga, melalui program itu siswa/siswi yang duduk dibangku SD minimal bisa baca tulis Al-quran, untuk agama Islam.

“Paling tidak peserta didik ini bisa baca tulis Al-quran untuk agama Islam. Sementara agama lain menyesuaikan sesuai ajaran agamanya. Penambahan jam pelajaran agama ini dikhususkan pada kelas lima,” jelas Sadly. Baru baru ini.

Dalam seminggu lanjut dia, penambahan jam pelajaran agama ini dilakukan tiga kali. Sehingga, untuk memaksimalkan itu maka kemungkinan besar disisipkan pada waktu waktu tertentu pada jam sekolah.

“Jadi kegiatan belajar mengajar ini nanti, dilakukan pada jam sekolah. Mengapa kelas lima menjadi fokus dalam program ini? Karena kelas lima merupakan kelas yang akan naik ke kelas ujin, sehingga ini perlu dipersiapakan, sebab sertifikat pelajaran tambahan ini nanti menjadi salah satu syarat untuk masuk Sekolah Menengah Pertama (SMP),” paparnya.   

Dia juga menjelaskan, untuk tenaga pengajar mata pelajaran agama itu tidak menggunakan guru agama di sekolah tersebut, melainkan, tenaga pendidiknya diambil kalangan masyaraka yang memang belum mendapat pekerjaan, sehingga Pemkot Palu merekrut menggunakan sistem kontrak.

Untuk itu, saat ini pihaknya kata Sadly lagi, telah membentuk panita seleksi (Pansel) perekrutan tenaga pengajar pada program penambahan pelajaran agama, dan dipastikan program itu direalisasikan pada tahun depan. 

“Saat ini kami sudah mulai menyusun teknis seleksi tenaga pendidik. Salah satu persayaratannya adalah yang bersangkutan harus lulusan sarjana agama,” terang Sadly.

Menurutnya, program itu telah masuk dalam daftar belanja anggaran dan kegiatan Disdik tahun 2017. Rencananya, setiap tenaga kontrak nantinya akan mendapat insentif sebesar Rp500 ribu perbulan.
Selain itu, jika nanti seleksi dan tahapan belajar mengajar sudah berlangsung, melalui pihaknya, Sadly melakukan evaluasi kinerja tenaga pengajar tersebt.

"Jadi setiap tahun kinerjanya kami evaluasi sebagai pertimbangan untuk memperpanjang kontrak. Tenaga pengajar ini juga semacam guru kontrak,” pungkasnya. WN

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama