Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SENGGANG

SULAWESI

EDUKASI

» » » » Badan Bencana Palu Tetapkan Tanggap Bencana
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama

PALU- Usai menggelar rapat penanganan bencana bersama SKPD teknis , lintas sektoral maka surat tanggap darurat bencana dikeluarkan dan ditetapkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) melaui Badan Penanggulanagn Bencana Daerah (BPBD) Kota Palu.

Dikeluarkannya surat tanggap darurat bencana itu, mengingat situasi dan cuaca Kota Palu saat ini belum Kondusif. Pasalnya, dari prakiraan cuaca Badan Meteorolgi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun  Bandar udara Mutiara Sis-Aljufri Palu merilis, Palu dan sekitarnya akan diguyur hujan hingga Maret 2017 mendatang.

Kelapa BPBD Kota Palu Asri, Jum’at (14/10) mengemukakan, penetapan tanggap darurat diikutkan dengan surat pernyataan tanggap darurat bencana oleh Wali Kota  dengan nomor 360/100/BPBD yang statusnya  berlaku mulai tanggal 11 hingga 18 Oktber 2016.

Selain sura pernyataan tanggap darurat bencana, Wali Kota juga mengeluarkan surat edaran dengan nomor 362/01/BPBD yang isinya terdapat lima poin. Pertama, Lurah menghimbauan kepada masyarakat untuk gotong royong membersihkan drainase dan alur air diwilayah masing masing. Kemudian, bagi masyarakat yang bermukim diwilayah rawan banjir dan tanah longsor, daerah bantaran sungai dan pesisir pantai agar meningkatkan kewaspadaan terhadap curah hujan dan kenaikan debit air sungai diingkungan pemukiman masyarakat.

Selanjutnya, agar para   Lurah bersama jajarnya menyiapkan petugas dan tempat evakuasi untuk digunakan apabila terjadi bencana banjir. Menghimbau kepada masyarakat, agar tidak membuang sampah atau limbah rumah tangga ke jalan, selokan, dan sungai, untuk menghindari terjadinya penyumbatan dan genangan air yang dapat mengakibatkan banjir dan rembesan air ke pemukiman penduduk. 

Dan poin terakhir, para Lurah melaporkan secara Lisan dan tertulis tentang kondisi wilayah masing masing, khususnya lokasi rawan banjir dan lonsor, srta menyiapkan lokasi pengungsian sementara jika diperlukan apabila terjadi bencana.

Disamping itu, untuk personil penanganan bencana, BPBD Kota Palu juga mebentuk tim lintas sektoral melalui surat keputusan kepala BPBD Kota Palu dengan nomor surat 362/475.7/BPBD/2016 tentang pembentukan komando tanggap darurat bencana.

“jadi surat tanggap darurat ini berlaku selama satu minggu,” kata Asri
Dari data bencana banjir yang menimpa beberapa Kelurahan di Kota Palu yan dilansir BPBD, tercatat Kelurahan Baiya Kecaatan Tavaili terdapat 39 unit ruman terendam banjir, 7 diantaranya rusak ringan dan 1 rusak berat.

 Sementara 1 unit infrastruktur jembatan rusak ringan. Kemudian, Keluaraha Pantoloan Boya 11 unit ruah terenda banjir, 1 diantaranya rusak ringan dan satu rusak berat
Kelurahan Pantoloan 27 unit rumah terenda banjir namun tidak ditemukan kerusakan ruamah. Sementara di Kelurahan Layana Kecamatan Mantikulore 3 unit rumah terendam dan Tondo 7 unit juga ikut terendam.

Sementara, Kecamatan Ulujadi mulai dari Kelurahan Silae ditemukan 3 unit ruah terendam, kemudian Kelurahan Vatu sampu 69 unit rumah dan Kelurahan Tipo 84 rumah, 1 diantaranya rusak ringan dan satunya lagi sekolah PAUD ikut terendam, sehingga total keseluruhan yang terkena dapak banjir kurang lebih 208 unit rumah. WN

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama