Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SENGGANG

SULAWESI

EDUKASI

» » » » Statement Oknum Anleg, TP Walikota Keberatan
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama


PALU - Tim Pendamping (TP) Wali Kota Palu sangat menyayangkan dan merasa keberatan atas pernyataan salah satu anggota DPRD Palu, yang menyebut tim tersebut adalah tukang sapu. Padahal, keberadaan mereka bukan untuk melampaui tugas dan fungsi legislatif dalam melakukan pengawasan penganggaran di masing masing SKPD lingkup Premkot Palu.

Pernyataan tukang sapu itu di lontarkan Hamsir, anggota komisi B DPRD Palu, yang mengatakan TP layaknya bertugas sebagai tukang sapu program padat karya. Olehnya TP Wali Kota kembali menegaskan dan mengklarifikasi komentar komentar miring oknum anggota Dewan tersebut, baik dimedsos maupun dimedia cetak.

"Kami sangat menyayangkan pernyataan seperti itu. Saya kira itu keliru, tim pendamping hanya membantu Wali Kota dalam hal mengarahkan program dan anggaran SKPD sesuai instruksi Wali Kota, berdasarkan visi dan misi Pemerintah Kota," beber Christian Tindjabate, Selasa (20/9).

Menurut Christian, Kritikan dan saran dilontarkan kepada mereka adalah sesuatu yang wajar. Sebab akui dia, kehadiran TP masih menjadi topik hangat, itu karena TP merupakan hal baru muncul dipemerintahan Hidayat-Sigit. Karena, pemerintahan sebelumnya tidak melakukan klarifikasi, rasionalisasi program.

"Mungkin ini sesuatu hal yang baru menurut mereka, sehingga menjadi perdebatan alot. Saya pikir kalau juga nanti sudah terbiasa ini bisa harmonis," ujarnya.

Dihadapan Wartawan, Ivan Yudartha yang juga sebagai anggota TP Wali Kota mengemukakan, dalam perjalananya TP hingga kini masih bekerja secara sukarela. Artinya, sejak dibentuk tim ini pada April lalu hingga saat ini belum menerima insentif. Meski begitu, Ivan mengaku pihaknya tetap menjalankan tugas sebagai TP.

Dimana, Pemkot Palu berencana memberi insentif kepada mereka sebesar Rp 5 juta perbulan sudah termasuk pemotongan pajak melalui BAPPEDA, dan rencana pemberian insentif itu setelah APBD-P. Meski begitu, dirinya bersama tim tetap bekerja sesuai tugas dan fungsinya, bukan karena semangat materil.

"Tujuan utama TP agar perencanaan peruntukan anggaran SKPD itu tepat sasaran dan sejalan dengan visi misi. Persoalan gaji, itu nomor dua. Kalu di hitung hitung tidak sebanding dengan kebutuhan tiap hari kami keluarkan, dengan beban kerja siang malam. tetapi ini kami tidak persoalkan," terang Ivan.

"Masih banyak program anggaran yang tidak rasional, proporsional dan realistis. Tugas utama TP adalah masuk dalam proses perencanaan, klarifikasi, kajian dan analisis hingga monitoring," tambahnya.

Di tempat yang sama, Temu Sutrisno TP lainnya juga memaparkan, pada prinsipnya tugas tim yakni memperkuat pondasi perumusan RPJMD dalam penyelenggaraan pembangunan selama lima tahun kedepan. Bahkan, TP juga di perbantukan menjadi tim investigasi.

Meski begitu, dirinya dan tim bukan mencari cari kesalahan dalam perencanaan, melainkan menjalankan tugas sesuai instruksi Wali Kota. pihaknya, hanya sebatas mengevaluasi dan memperbaiki sistem yang belum berjalan baik.

"Kami tidak pernah mencoba memasukan kepentingan pribadi dalam proses penrencanaan anggaran SKPD. Sebaliknya, TP juga tidak pernah punya niat memangkas anggaran jika peruntukannya rasional, proporsional dan realistis," jelasnya.

Disamping itu, TP lainnya juga Agustan T Syam mengaku kecewa atas pernyataan oknum DPRD yang menyamakan keberadaan TP seperti tukang sapu dalam program padat karya. Pernyataan demikian menurutnya sama saja melecehkan keberadaan tim.

Olehnya tegas dia, oknum tersebuh harus meminta maaf kepada TP atas pernyataan yang di lontarkannya itu.

"Kami minta Pak Hamsir datang kepada tim untuk meminta maaf atas pernyataannya itu," tegas Agustan. WN

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama