Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SULAWESI

EDUKASI

» » » Septic Tank di Palu Tidak penuhi Syarat
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama

PALU - Ternyata pemukiman ataupun bangunan lain berada di Kota Palu yang menggunakan sisistem septic tank sebagai pembuangan kotoran atau tinja tercatat ada sekitar 50 persen lebih tidak memenuhi syarat teknis berdasarkan data yang ada.

"Berdasarkan data yang ada, dari 81 persen yang menggunakan septic tank ternyata 50 persen lebih itu tidak memenuhi sayart teknis," terang Kepala Dinas Penataan Ruang dan Perumahan (DPRP) Kota Palu Rahmat H S Kawaroe, Kamis (1/9).

Dikatakannya, berdasarkan data tersebut sehingga pihaknya bersama dinas terkait akan coba melakukan evaluasi, apa benar hal itu tidak sesuai denga syarat teknisnya. Evaluasi itu di mulai dari penghitungan jarak antara septic tank dan sumur.

Dimana papar dia, idealnya jarak sumur dari septic tank minimal 10 meter dan harus kedap air. Mengapa demikian? hal ini di lakukan  agar air sumur tidak terkontaminasi dengan air tangki septic oleh bakteri patogen yang dapat mengganggu kesehatan.

"Ini akan di evaluasi, apakah benar jarak sumur air minum dari septic tank sudah sesuai kaedah. Kemudian, betul tidak septic tanknya tidak bocor?. Nah, kalau misalnya bocor, ini bisa membehayakan penghuni rumah maupun orang lain dan generasi akan datang," kata Rahmat.

Apa lagi lanjut dia, pemukiman padat penduduk, belum tentu ada jaminan jarak 10 meter itu terpenuhi. Justru, posisi padat penduduk itu rentan terhadap pecemaran sumur air minum.

Bisa saja antara sumur dan tangki septic di suatu rumah berjarak 10 meter, tetapi dengan tangki septic tetangga sebelah jaraknya kurang dari 10 meter. Nah, hal ini kata dia, luput dari perhatian warga.

Mantan kepala Dinas PU Kota Palu itu mengemukakan, memang dalam kurun waktu singkat efek dari pencemaran itu belum dirasakan, namun dalam kurun waktu yang panjang ini dapat memicu munculnya penyakit di timbulkan oleh bakteri E-coli patogen yang sangat membahayakan keselamatan jiwa.

Sehingga, di tekankannya kepada pihak pengembang hunian, gara memperhatikan tata letak sumur dan septic tank serta pembuatak konstruksi septic tank itu sendiri sesuai dengan syarat teknis, sehingga tidak terjadi pencemaran.

"Ini akan kita atur, seperti apa kedepan. Sehingga pihak pengembang harus mengacu pada syarat teknis," tutupnya. WN

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama