Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SENGGANG

SULAWESI

EDUKASI

» » » » » Prodi Antropologi Gelar Baksos Donor Darah
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama

PALU - Sebagai bentuk kepekaan sosial, Pogram Studi (Prodi) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tadulako (Untad) menggelar bakti sosial Donor darah.


Aksi kegaitan tersebut bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Sulawesi Tengah serta beberapa Unit Kegiatan Mahasiswa dilingkup Fakultas tersebut.

Ketua Prodi Antropologi M Junaidi mengemukakan, kegiatan tersebut merupakan gawean program kerja hasil prajabatan golongan III yang dirangkaikan dengan pengabdian program studi Antropologi sebagai salah satu syarat untuk menjadi seorang tenaga pengajar atau dosen baru terangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) sesuai hasil keputusan prajabatan yang diikuti.

"Kegiatan ini merupakan aktualisasi pengabdian sebagai dosen khususnya dosen Antropologi. Nah, salah satunya aksi sosial dengan kegiatan donor darah," terang Junaidi, Jum'at (30/9).

Disamping itu kata dia, dalam kegiatan tersebut pihakny melibatkan mahasiswa turut berkontribusi. Hal ini dilakukan guna menumbuh kembangkan kepekaan sosial mahasiswa sebagai masyarakat intelektual.

Meskipun aksi donor darah mungkin hanya hal sepele, namun menurutnya hal itu sifatnya sangat berguna bagi hajat hidup khalayak luas. Sebab, ini kata dia, merupakan misi kemasusiaan yang dimulai dari tingkatan bawah.

"Donor darah juga merupakan misi kemanusiaan meskipun anggapan orang mungkin ini hal sepele. Tetapi, sangan bermanfaat dan ini menjadi kebutuhan orang banyak. Bayangkan saja, ketika ada orang sakit membutuhkan darah, nah betapa pentingnya darah terhadap manusia," ujarnya.

Olehnya, Junaidi berharap, aksi aksi semacam ini perlu digalakan. Sebab, menurutnya kampus salah satu potensi penyumbang darah. Bagaimana tidak, kamupus memiliki ratusan bahkan hingga ribuan mahasiswa. Setiap mahasiswa kata dia, memiliki golongan dara berbenda, maka untuk memenuhi stok darah peluang ini sangat terbuka.

"Kampus memiliki potensi penyumbang darah. Misalkan kita sumbang 40 kantong saja, sudah berapa orang yang bisa tertolong. Sementara mahasisw di Untad mencapai ribuan, nah jika semua mahasiswa dengan jumlah ribuan itu turut berpartisipasi saya kira kepekaan sosial kita tinggi dan memberikan kontribusi besar terhadap misi kemanusiaan," tutur Junaidi. WN

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama