Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SENGGANG

SULAWESI

EDUKASI

» » » » » Petobo Tampilkan Balia Jinja di FPPN
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama


PALU - Dari 10 ritual adat balia yang ditampikan di Festival Pesona Palu Nomoni (FPPN) 2016 dari masing masing Kelurahan, kini Kelurahan Petobo Kecamatan Palu Selatan turut ambil bagian dengan menampilkan ritual balia jinja pada event itu.

Dimana, balia jinja ini oleh etnis kaili dikenal dengan ritual sekaigus media penyembuhan penyakit tertentu yang tidak dapat ditangani oleh ilmu medis. Pengobatan tradisional yang dipercaya oleh etnis kaili itu, memberikan makna tersendiri bagi mereka.

"Iya, ritual ini biasanya dilaksanakan sebagai media pengobatan bagi orang atau kekuarga yang menderita penyakit aneh yang tidak bisa ditagani secara medis," kata ketua Adat Kelurahan Petobo Hakim T di lokasi ritual Taman Datokarama Palu, Senin (26/9).

Dikemukakannya, tradisi ritual balia ini merupakan warisan dari leluhur etnis Kaili, sehingga secara turun temurun balia jinja masih tetap dilaksanakan.

Meski begitu tutur Hakim, di era saat ini tradisi atau ritual balia yang dimiliki etnis kaili ini lambat laun mulai surut. Meskipun masih ada yang melaksanakan namun itu tidak sesering pada masa masa sebelumnya.

Balia jinja Jelas dia, diidentikkan dengan gerakan atau posisi melingkar yang melibatkan para pengunjung atau orang-orang yang sedang menyaksikan upacara balia tersebut turut terlibat dalam upacara ini yang dibarengi dengan nyanyian dari si pesakitan atau penderita.

Walaupun yang memimpin upacara ini hanya satu orang saja, namun yang terlibat dalam prosesi upacara ini sudah lebih banyak jumlahnya dibandingkan dengan balia bone.

"Karena upacara adat ini bukan hanya pelakunya yang kerasukan, bahkan sampe sampe penonton juga biasa kerasukan. Kalau sudah seperti itu, berati To Manuru atau orang halus sudah datang dan ikut serta," tutur Hakim.

Dari pantauan media ini, pelaksanaan ritual balia jinja dilangsungkan selama sehari semalam, dengan berbagai macam peralatan dan bahan untuk kelangsungan prosesi tersebut. Pada pertunjukan itu juga, banyak pengunjung menyaksikan langsung ritual tersebut.

Pada pertunjukan balia di event FPPN ini, dipertontonkan hanya sebatas pertunjukan seni dan budaya, untuk digambarkan kepada khalayak luas bahwa zaman dahulu benar adanya ritual penyembuhan penyait seperti ini. WN

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama