Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SENGGANG

SULAWESI

EDUKASI

» » » » Pemkot Minta Jangan Ada Kekerasan Terhadap Anak
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama

PALU - Sejatinya keluarga adalah basis utama dalam rangka mendidik karakter serta mental anak. Sejalan dengan itu, maka Pemerintah Kota (Pemkot) Palu meminta agar kekerasan terhadap anak baik di lingkungan keluarga maupun di lingkuan sosial lainnya agar segera diakhiri.

Sebab, anak anak adalah titipan atau amanah tuhan yang maha kuasa yang patut dijaga dan dibina sehingga terbentuk karakter bermartabat sebagai sorang manusia. Olehnya, nasib dan masa depan anak adalah merupakan tanggung jawab bersama.

"Kekerasan terhadap anak akhir akhir ini tidak dapat dihindari. Olehnya orang tua maupun keluarga merupakan harapan utama dalam mendidik anaknya agar dapat menjadi orang yang berguna," kata Sekretaris Kota Palu Dharma Gunawan Mochtar saat menyampaikan sambutanya diperingatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-30 yang diselenggarakan Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan di auditorium Setda Kota Palu, Kamis (29/9).

Kata Sekot, melalui momen HAN ini sekiranya dapat menjadi inspirasi dan motivasi para orang tua untuk lebih meningikatkan kepedulian pada pemenuhan kebutuhan dan perkindungan terhadap anak.

Sebab menurutnya, terpenuhinya segala kebutuhan mereka menjadi penunjang tumbuh kembangnya dan berpartisipasi sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan anak Indonesia yang berkualitas, berahlak mulia dan tentu saja sejahtera.

"Meski begitu tidak semua orang tua dapat memenuhi segala kebutuhan anak anaknya, sehingga hal ini juga merupakan tugas dan tanggung jawab Negara untuk menyediakan seluruh fasilitas sarana dan prasarana bermanfaat untuk membangun masa depannya," terang Dharma Gunawan.

Disamping itu, adapun hak hak anak yang harus dipenuhi dan dilindungi bersama papar dia, antara lain hak untuk bermain mendapatkan pendidikab dan perkindungan, kemudian hak mendapat nama dan identitas, status kebangsaan dan kewarganeg raan. Hak mendapat makanan, akses kesehatan, rekreasi serta hak untuk berkembang memiliki peran yang sesuai dengan kemampuan dan intelektual.

Sampai saat ini juga tambah dia, masih banyak anak anak kurang perhatian dari para orang tuanya dan begitu pun sebaliknya. Dimana, orang tua tentunya mendambakan anak anaknya tumbuh dan berembang menjadi anak yang berbakti bagi bangsa dan agama.

"Marilah kita sebagai orang tua maupun masyarakat untuk selalu mengajarkan kebaikan kepada anak anak agar kelak mereka menjadi sumber daya manusia yang bermanfaat bagi bangsa dan agama," tuturnya. WN

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama