Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SENGGANG

SULAWESI

EDUKASI

» » » » Pemkot Apresiasi Program PLP-BK
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama

PALU - Pemerintah Kota (Palu) memberikan apresiasi atas terwujudnya hasil Program Penataan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas (PLP-BK), yang pada prinsipnya sebagai bentuk meningkatkan pembangunan sarana dan prasarana maupun infrastruktur di lingkup Kelurahan yang menjadi sasaran program persebut.

Hal ini di maksudkan juga, tidak lain ialah untuk mengetaskan wilayah kumuh perkotaan sebagai implementasi porgram 100-0-100 oleh kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan rakyat (PUPR), yang menargetkan 2019 kota kota di Indonesia bebas dari kumuh.

Wali Kota dalam sambutannya, yang di bacakan staf ahli bidang Kemasyarakatan dan SDM Setda Kota Palu Drg Ema Sukmawati pada peresmian hasil program PLP-KB di kelurahan Kawatuna Kecamatan Mantikulore, Senin (5/9) mengemukakan, trend pembangunan daerah saat ini, di tuntut bukan sekedar hanya terbangunnya atau terlaksananya suatu rencana pembangunan, namun cara atau metodenya pun turut menjadi hal yang penting di perhatikan.

Sehingga menurutnya, penggunaan model perencanaan dan pembangunan partisipatif, untuk membangun prasarana lingkungan di masyarakat, cocok di terapkan.

"Kesadaran di pilihnya metode pembangunan partisipatif sesungguhnya di dasarkan atas kondisi dan pengalaman pembangunan pada masa lalu. Bahwa pembangunan yang tidak partisipatif berpotensi menjadikan infrastruktur kurang terawat dan merasa termiliki oleh masyarakat setempat," kata Ema.

Sehingga, hampir satu dekade ini, Kota Palu telah memulai mengintroduksi pendekatan pembangunan partisipatif pada semua lini pembangunan, baik mulai tahapan perencanaan, maupun penilaian program.

Di kemukakannya, Pemkot Palu saat ini, tengah berupaya melaksanakan berbagai pembangunan di segala bidang. Meski begitu diakuinya, dalam pelaksanaan aktivitas pembangunan di maksud Pemkot Palu dengan segala daya dan kemampuan tidak akan berhasil tanpa keterlibatan secara produktif dari semua komponen masyarakat.

Di samping itu lanjut dia, upaya pengentasan kemiskinan perkotaan melalui program PLP-KB sesungguhnya bertujuan untuk mewujudkan perbaikan kualitas hidup masyarakat miskin, melalui penataan lingkungan pemukiman yang teratur, aman dan sehat.

Sehingga dalam rangka mewujudkan arah tersebut, tidaklah bisa jika tak adanya sinergi antara antara pemerintah daerah, masyarakat dan kelompok kelompok peduli melalui proses perencanaan partisipatif yang berorientasi pada ruang.

"Pembangunan yang kita laksanakan ini telah melalui proses yang cukup panjang, mulai dari tahapan perencanaan, mobilisasi sumber daya material, hingga pada saat pemanfaatannya. Tentulah hal ini sangat menguras berbagai sumber daya yang ada, baik pemikiran, moral, maupun material," tuturnya. WN

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama