Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SULAWESI

EDUKASI

» » » » Pendapatan Persampahan Menurun, Parkir Berlangganan Tetap
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama

PALU - Pemerintah Kota (Pemkot) Palu dalam rangka menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari berbagi sumber pemasukan Derah, menetapkan sejumlah anggaran dalam pembahasan rencana angaran tahun 2017 mendatang.

Dimana, pendapatan pelayanan persampahan di bawa kendali Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) mengalami penurunaahun pada Tahun Anggaran 2107. Sementara, parkir berlangganan atau sistem pening tetap seperti tahun 2016.

Dalam pembahasan rencana anggaran 2017 yang di pinpin langsung Asisten III bidang Administrasi Baso di ruang rapat Setda Kota Palu, Rabu (14/9) menuai beberapa saran dan masukan dari tim pendamping Wali Kota, diantaranya yakni retribusi layanan persampahan. Yang mana tahun ini capaian untuk item tersebut di targetkan masuk sebagai PAD senilai 3,7 miliar lebih.

 Sementara dari hasil rapat anggaran itu khusus retribusi pelayanan persampahan mengalami penurunan angka yakni senilai Rp 2,7 miliar lebih.
Olehnya, Kadis Kebersihan Kota Palu A Sumardi mengatakan, retribusi pelayanan persampahan khususnya di masing masing wilayah Keurahan perlu di optimalkan kembali, sehingga pendapatan dari item tersebut bisa memberikan kontribusi sebagai PAD. 

Yang mana dasar acuanya yakni, Perda nomor 14 tahun 2004 tentang perubahan atas Perda nomor 10 tahun 2000, tentang retribusi pelayanan persampahan/kebersihan, yang mencantumkan biaya retribusi sebesar Rp 2.500 per satu rumah tangga.
"Pebahasan anggaran retribus pelayanan persampahan tahun 2016 saya tidak menjabat kepala dinas kebersihan, sehingga saya tidak tau alurnya saat itu. Setelah saya menjabat kembali sebagai kadis kebersihan, setelah kami cek di lapangan ternyata kasiar pengangkut sampah banyak yang tidak lagi beroperasi, dengan alasan kendaraan rusak, biyaya operasional tidak ada," tutur Sumardi.

"Nah, ini kami benahi kembali, segingga pelayanan persampahan di Kelurahan bisa optimal dan dapat memberikan kontribusi PAD. Untuk mengawasi itu, kami akan bekerja sama dengan lurah lurah sebagai perpanjangan tangan Pemerintah Kota," katanya sembari menyahuti masukan tim pendamping Wali Kota.

Masih di wilayah Dinas Kebersihan, sedangksn retribusi pelayanan pemakaman dan pengabuan mayat tahun anggaran 2016 ini target senilai Rp 30 juta. Sedangkan rencana anggaran 2017 untuk retribusi pelayanan pemakaman dan pengabuan mayat akngkanya menurun drasitis yakni sebesar Rp 3,600.00.

Turunya angka tersebut, karena lahan pemakaman atau TPU yang di kelolah Pemkot Palu ketaknya tidak strategis. Lokasi tersebut berada di Kekurahan Poboya Kecamatan mantiulore, dengan kondisi medan yang sukit di lalui kendaraan roda empat.
"TPU yang kami kelola itu bayak di keluhkan warga, selain jalannya tidak bisa di lalui mobil, posisinya juga di bukit

. Orang lebih memilih memakamkan keluarganya di TPU talise dan pogego, meskipun biyayanya mahal. Nah ini yang menjadi alasan masyarakat kenapa tidak mau memakamkan keluargannya di TPU yang kita sudah sediakan. Padahal retribusinya relatif murah hanya Rp 250 ribu per lubang," jelas Sumardi.

Terlepas dari itu, untuk retribusi layanan parkir berlangganan pada anggaran 2016 yang juga sebagai salah satu sunber PAD di target Rp Senilai Rp 2,070.300.000.00. Sedangkan rencana anggaran 2017 nilainya tetap sama. Kepala Dinas Perhubungan komunikasi dan informatika (Dishubkominfo) Ajenkris menegaskan, bahwa parkir berlangganan sesungguhnya tidak memaksakan PNS di lingkup Pemkot Palu.

"Parkir berlangganan tidak di paksa, bagi PNS yang mau kami layani, dengan nilai retribusi berlangganan Rp 25 ribu untuk kendaraan roda dua, sedangkan roda empat senilai Rp 50 ribu per satu kendaraan," katanya.

Dirinya mengaku, dari 200 titik parkir di tetapkan oleh pihaknya, ada sekitar 54 titik yang bermasalah termasuk titik parkir di Pasar tradisional masoba. Dimana, urai dia titik titik bermasalah itu pihaknnya akan melakukan pembenahan, dengan catatan hal itu perlu di lakukan kajian khusus.

Hingga berita ini di turunkan, rencana target anggaran 2017 mendatang untuk retribusi parkir di tepi jalan belum di tentukan. Dimana pada anggaran 2016 ini, target retribusi parkir di tepi jalan senilai Rp 878.737.500.00. WN

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama