Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SULAWESI

EDUKASI

» » » » » ANSOR Sulteng Gelar Dialog Kebudayaan
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama

PALU- Untuk membangkitkan kesadaran kolektif masyarakat dari berbagai unsur etnis, sehingga bisa berperan aktif dalam rangka penguatan budaya di Kota Palu, Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Sulteng menggelar dialog kebudayaan.

Dialog yang dihelat pada Kamis (22/9) di auditorium Kantor Walikota ini merupakan rangkaikan dari iven akbar Festival Pesona Palu Nomoni (FPPN) dimana  organisasi kepemudaan Islam (PW GP Ansor) bekerja sama  dengan Pemerintah Kota Palu.

Sekretaris Pimpinan Wilayah GP Ansor Sulteng Muhdar Ibrahim  menuturkan, salah satu hal fundamental dari dialog kebudayaan ini, ingin membangun dan memperkuat peran budaya dalam kehidupan bermasyarakat. Kemudian  membangun kesadaran kolektif akan pentingnya nilai- nilai budaya bangsa utamanya dalam membangun daerah yang berperadaban sesuai karakter bangsa serta dapat mewujudkan peran aktif organisasi paguyuban  dan etnis dalam menginplementasikan nilai- nilai budaya lokal. " Jujur dalam visi GP Ansor salah satunya revitalisasi nilai dan tradisi," kata Muhdar pada sultengaktual.com

 Muhdar juga menambahkan dengan menguatnya nilai-nilai kearifan budaya dalam kehidupan bermasyarakat, maka secara otomatis permasalahan kehidupan sosial dapat teratasi. Bahkan tidak hanya itu, akan terbangun komitmen antara pemerintah,  lembaga adat serta institusi terkait.

Sementara Ketua Panitia Pelaksana Nasaruddin Abd Kadir menambahkan dalam kegiatan tersebut Walikota Palu Drs Hidayat MSi didaulat menjadi pembicara kunci. Sedangkan pemateri lainnya adalah DR H Gazali Lembag MPd, Drs Tjatjo Tuan Saihu serta Pantjewa.
Dialog yang bertemakan kebijakan strategis penguatan dan implementasi nilai-nilai budaya untuk Kota Palu berbudaya dan beradat, diikuti sekira 200 an orang dari berbagai perwakilan pemerintah,  lembaga adat, budayawan dan masyarakat.

Pihaknya berharap melalui dialog ini akan melahirkan rekomendasi guna penguatan nilai-nilai kebudayaan bagi para penentu kebijakan,  baik itu Pemerintah Kota Palu maupun Provinsi Sulteng. " Tidak hanya itu, diharapkan pula dapat  melahirkan rumusan strategis untuk Nomoni kebudayaan dari Palu untuk Indonesia pada pelaksanaan FPPN 2017 mendatang," pungkasnya. AGS

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama