Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SENGGANG

SULAWESI

EDUKASI

» » » » Pemkot Palu Susun Rencana Penanggulangan Bencana
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama

PALU - Sebagai bentuk kepedulian Pemerintah akan resiko ancaman bencana, kini Pemerintah Kota (Pemkot) Palu memalui Badan Penanggulangan Becana Daerah (BPBD) Kota Palu, akan merumuskan satu dokumen rencana penanggulangan bencana.

Pasalnya, Kota Palu salah satu daerah rentan akan bencana, dimana Kota Palu adalah wilayah perlintasan sesar Palu-Koro, sehingga Pemerintah setempat mengambil langkah dengan perencanaan yang matang, sebagai bentuk antisipasi ancaman bencana alam.

"Kejadian bencana yang tidak termitigasi dari awal dapat menghancurkan dalam sekejap berbagai pencapaian pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang telah di perjuangkan selama bertahun tahun," terang Staf ahli bidang Hukum dan Politik Setda Kota Palu Rosdiana Lalusu, saat membacakan sambutan Wali Kota pada pembukaan workshop sosialisasi dan internalisasi penyusunan rencana penanggulangan bencana, di ruang tapat Setda kota Palu, Selasa (30/8).

Di kemukakannya, saat ini dunia semakin disadarkan tentang pentingnya mendorong pembangunan yang sensitif resiko bencana dan mendukung ketangguhan manusia serta aset aset yang mendukung kehidupan manusia itu sendiri.

Berbagai upaya lanjut dia, penanggulangan bencana di arahkan pada upaya untuk dapat membangun ketangguhan melalui pendekatan bulid back better. Olehnya untuk mendukung perencanaan itu, maka pemerintah mulai mendorong perencanaan tataruang yang lebih matang, dan sensitif terhadap isyu kebencanaan.

Bukan hanya itu, proses perizinan lebih diarahkan pada pembangunan tahan gempa, di tambah proses pembangunannya lebih mempertimbangkan resiko.

Mantan Kepala Dinas Pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf) itu menjelaskan, dalam situasi bencana semua orang menjadi rentan, terutama para lansia, penyandang disabilitas, dan ibu ibu yang tengah atau baru saja melahirkan.

"Pemerinta daerah perlu melibatkan warga dan komunitas rentan dalam melakukan perencanaan penanggulangan bencana, agar kebutuhan kaum yang rentan itu dapat terakomodasi dalam situasi darurat dan pasca bencana," paparnya.

Maka, salah satu bentuk antisipatif aktif yang perlu di lakukan yaitu, menyiapkan berbagai langkah dan skenario perencanaan untuk penanggulangan bencana berbasis masyarakat.

"Kenapa harus berbasis masyarakat? Karena seharusnya berbagai faktor penting yang ingin di eksplorasi dalam dokumen yang akan di susun harus berdasarkan kebutuhan dan potensi di tengah masyarakat Kota Palu," ujarnya.

"Karena itu, sangat di perlukan Konsep perencanaan dan rangkaian implementasi yang baik, untuk membuat strategi peningkatan kesadaran masyarakat dalam mengurangi resiko bencana yang baik, sistematis, tepat dab dapat dilaksanakan sesuai kultur dan kemampuan kapasitas masyarakat Kota Palu itu sendiri," tutu Rosdiana.

Pada pelaksanaan kegiatan itu, turut di hadiri sejumlah Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) terkait, termasuk Dinas Penataan Ruang dan Perumahan (DPRP) Kota Palu. WN

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama