Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SENGGANG

SULAWESI

EDUKASI

» » Pemkot Minta Pertahankan Bahasa Daerah
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama


Nampak terlihat antusias peserta mengikuti kegiatan fasilitasi penggunaan dan pelestarian bahasa daerah, yang di motori Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Palu. Foto: Duan

Palu- Pemerinta Kota (Pemkot) melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Palu agar generasi muda tetap mempertahankan bahasa derah, dalam hal ini bahasa Kaili.
Mempertahannkan dan melestariakan bahasa daerah itu, seyogyanya dimulai dari tingkat pendidikan dasar, hingga tingkat pendidikan yang lebih atas. Sehingga, hal ini terus berentetan dan terorganisir.
Plt. Sekretaris Kota (Sekot) Palu Dharma Gunawan Mochtar menyatakan, di era globalisasi saat ini, sudah mulai jarang di jumpai orang orang yang menggunakan bahasa daerah khususnya generasi muda dalam percakapan sehari-hari.
"Orang orang lebih sering menggunakan bahasa resmi dalam berkomunikasi antar sesama. Sama halnya dengan keadaan di sekolah maupun di lingkungan keluarga," kata Gunawa saat membuka kegiatan fasilitasi penggunaan dan pelestarian bahasa daerah di ruang rapat Pemkot Palu, Selasa (23/8).
Ia mengemukakan, di lingkup sekolah para pelajar jarang menggunakan bahasa daerah khusunya Kaili, meskipun di tingkat pendidikan dasar bahasa daerah sudah dimasukan dalam kirikulum. Olehnya, para pengajar himbau Gunawan agarbterus meningkatkan minat siswa berbahasa daerah.
Tergerusnya penggunaan bahasa daerah di tengah tengah masyarakat saat ini, erat kaitannya dengan pengaruh lingkungan sekitar, dimana orang saat ini lebih cenderung menggunakan bahasa resmi. Bahkan, bisa jadi kata dia, minimnya minat itu di akibatkan juga oleh faktor malu.
"Ya, bisa saja selain lingkungan sekitar, faktor malu juga mempengaruhi masyarakat kita berbahasa daerah. Olehnya situasi ini perlu diubah sehingga masyarakat kita tetap mempertahankan dan melestarikan bahasa daerah," ujarnya.
Selai itu, bahasa daerah juga merupakan salah satu aset bangsa yang patut dijaga oleh masyarakat yang diwarisinya. Sebab, bahasa adalah salah satu komponen dari tujuh unsur kebudayaan.
"Kita adalah bangsa yang besar. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya, termasuk bahasa lokal di daerah masing masing," pungkasnya. WN

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama