Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SENGGANG

SULAWESI

EDUKASI

» » » » » Pemkot Dan IAIN Palu Bahas MoU Wilayah Religi
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama

Tim Pemkot diwakili asisten 1 dan tim IAIN Palu
Melakukan Rapat membahasa wilayah Religi. Foto Duan
PALU - Rencana Penandatanganan nota kesepahaman atau Memodandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Kota Palu dan  Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu menobatkan wilayah Palu Barat sebagai Kecamatan Religi, saat ini sudah di bahas dan segera akan di realisasikan.

Kedua lembaga yang berbeda ini bersepakat menjadikan Palu bagian Barat sebagai Kecamatan Religi. Hal ini juga di maksudkan sebagai bentuk dukungan lembaga pendidikan Islam untuk mewujudkan visi dan misi Wali Kota Palu yakni Palu kota jasa berbudaya beradat serta di Landasi iman dan taqwa.

"Realisasi Kecamatan Religi itu diawali dengan penandatanganan memorandum Of Understanding atau nota kesepahaman sebagai penguatan kerjasama," kata Arfan Asisiten I bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Palu, saat memimpin rapat rencana realisasi Kecamatan Religi bersama Pihak IAIN Palu di rung kerjanya, Kamis (25/8).

Olehnya sebut dia, gagasan dan ide serta bentuk  bentuk program yang ditawarkan oleh pihak IAIN Palu, yang ada dalam dokumen MoU itu nantinya akan ditandatangani oleh Wali Kota dan Rektor IAIN.
   
"Penandatangan MoU antara Pemkot dan IAIN Palu akan dilaksanakan pada pembukaan Festival Palu Pesona Nomomi (FPPN) pada bulan September 2016," bebernya.

Setelah nanti di lakukannya penandatanganan MoU itu antara kedua belah pihak lanjut Arfan, maka akan ditindak lanjuti dengan kerja kerja yang maksimal, sehingga perwujudan Kecamatan religi benar benar nyata terlihat.
   
Lebih jauh dirinya menjelaskan, bahwa kecamatan religi merupakan salah satu sub yang tertera dalam MoU tersebut, untuk dilaksanakan didukung dengan beberapa program lainnya diantaranya yakni pembinaan majelis ta'lim, pembinaan generasi muda, penelitian situs Datokarama, pendidikan baca tulis alquran serta pembinaan remaja islam masjid dan khalaqah.
   
"Program - program tersebut harus menjadi prioritas dalam implementasi kerjasama dua belah pihak, agar komitmen yang dibangun dapat membuahkan hasil secara maksimal dan tidak sebatas konsep semata," seru Arfan.
  
Menaggapi itu, kepala Pusat Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN Palu, Rusli Takunas, menyatakan bahwa bahwa sebelumnya pihaknya telah memberikan draf MoU yang isinya meliputi program nonfisik yaitu, kecamatan religi, pembinaan keagamaan baca tulis alquran.
   
Selanjutnya papar Rusli, penelitian dan pencanangan makam datokarama sebagai situs religi, program study Islam intensif Khalaqah, revitalisasi forum pembaharuan untuk toleransi umat beragama, pembinaan remaja Islam masjid yang didampingi oleh sarjana lulusan IAIN, pembinaan mental masyarakat serta mewujudkan lingkungan religi.

"Nah, ini merupakan turunan poin poin program yang di maksud sebagai Kecamatan religi. Olehnya, Kecamatan religi bukan hanay sebatan nama saja, tetapi ada implementasi yang nyata," pungkasnya. WN


Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama