Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SENGGANG

SULAWESI

EDUKASI

» » » » Pasar Inpres Palu Di Tertibkan
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama

PALU - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Palu mengerahkan sebanyak 200 personilnya untuk melakukan eksekusi lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di pasar inpres Manonda.
Eksekusi lapak itu, menyusul atas instruksi Wali Kota Palu, yang mana PKL berdagang di ruas ruas jalan seputaran pasar Manonda di nilai telah menggangu aktivitas lalulintas serta merubah fungsi jalan.
Sekitar pukul 08.00 Wita Sabtu (30/7) 200 personil Pol-PP yang di kerahkan langsung melakukan pembongkaran terhadap lapak PKL yang berdiri di ruas ruas jalan seputaran pasar. Tidak ada perlawanan dari pihak pedagang, dan aktivitas pembongkaran berjalan lancar.
Nampak salah satu pedagang pasar Inpres berdialog dengan Polisi Pamong Paraja (Pol-PP) Kota Palu sambil mengakat jempol tanganya. (Foto: Ridwan)
Kepala satuan (Kasat) Pol-PP Kota Palu, Ridwan Karim Menyatakan, pembongkaran lapak PKL atas dasar perintah Wali Kota. Dimana kata dia, titik titik di lakukan pembongkaran yakni jalan Labu, Bayam, Kunduri, Kacang panjang dan Cempedak.
Di titik itu, lapak lapak pedagang ini berdiri, bahkan lapak hingga berdiri di badan jalan sehingga fungsi jalan tidak lagi sesuai peruntukannya. Dari kurang lebih 300 PLK yang di tertibkan ini sebut Ridwan, akan di relokasi kedalam pasar untuk menempati los yang telah di sediakan.
Pembongkaran dan pembersihan lapak, di beri tenggang waktu sampai pada 3 Agustus mendatang oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Palu. Jika itu juga tidak di indahkan, maka akan di robohkan secara paksa.
"Para pedagang ini di arahkan kedalam pasar untuk menempati los los yang sudah ada, sehingga tidak ada lagi yang berjualan di luar atau di pinggir jalan," terangnya.
Jika los yang tersedia itu sudah terisi dengan pedagang, namun masih ada pedagang yang tersisa karena tidak mendapat tempat,  Pemkot Palu memberikan solusi menempati pasar Kelurahan Talise dan pasar Bulili Petobo. Olehnya, jika pedagang juga tidak mau memilih kedua alternatif itu dan tetap bertahan berdagang di luar atau pinggir jalan pasar inpres Manonda, maka Pemkot Palu bertindak tegas 'memulangkan' pedagang bersangkutan.
"Pemkot sudah siapkan alternatif, ada pasar Talise dan pasar Bulili Petobo. Kalau kedua alternatif itu juga tidak mau di pilih, maka dengan terpaksa pemerintah memulangkan pedagang bersangkutan," kata Ridwan.
Pasca pembongkaran dan pembersihan lapak pedagang lanjut dia, pihaknya akan menurunkan sebanyak dua peleton personilnya, yang di bantu peraonil personil TNI dan Polri untuk berjaga dan melakukan pemantauan aktivitas pasar Manonda, satu kali 24 jam dengan batas waktu yang belum di tentukan.
"Jadi kami akan turunkan nanti personil untuk berjaga dan memantau aktivitas pasar di bantu dari aparat Kepolisian dan TNI," pungkasnya. WN

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama