Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SULAWESI

EDUKASI

» » » » » KONTINGEN KWARCAB PALU IKUT JAMNAS
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama

Wali Kota Palu di wakili Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Palu Nur Salam, menyerahkan atribut dan sekaligus melepas kotingen kwarcab Kota Palu mengikuti jambore nasional. (F. Moh. Ridwan)
PALU - Sebanyak 61 orang kontingan Kwartir cabang (Kwarcab) Kota Palu akan mengikuti event akbar Jambore nasional (Jamnas) gerakan pramuka ke-X yang di helat pada tanggal 14-21 Agustus 2016 di Cibubur Jakarta Timur.
Di mana dari 61 orang kontingen itu terbagi antara lain, pramuka penggalang putri berjumlah 14 orang, kemudian penggalang putra 18 orang, pim koluarcab putra 2 orang, pim kuarcab putri 2 orang. Sedangkan pembina pendamping putri 2 orang, pembina pendamping putra 2 orang sehingga total peserta ini berjumlah 40 orang.
Sementara, pembina pendamping asal sekolah peserta berjumlah 21 orang. Dengan rincian pembina putri 11 orang, pembina putra 10 orang.
Wali Kota dalam sambutannya yang di sampaikan Kepala Dinas Pemuda dan olahraga (Dispora) Kota Palu Nur Salan mengatakan, penyelenggaraan jambore nasional merupakan kegiatan tertinggi dan terbesar di jagat bumi persada nusantara.
Yang mana dalam tujuanya yakni, menyatukan anggota pramuka seluruh Indonesai untuk mempererat persatuan dan kesatuan serta menandakan proses jiwa karsa  dan kebersamaan dalam rangka membela Negara Kesatuan Repubik Indonesai (NKRI).
Menurutnya, media pramuka patut di jaga dan di pelihara. Sejak di dirikannya gerakan ini pada tahun 1945, nama pramuka tetap eksis di tengah kehidupan masyarakat. Itu artinya, pramuka  memiliki komitmen sebagai organisasi untuk memberikan proses pengkaderan kepada generasinya.
Meski begitu, Nur Salam mengaku, sejak beberapa tahun terakhir kondisi pramuka mengalami pasang surut, yang di akibatkan menurunya motivasi internal, pada petinggi peringgi, tenaga pendisik serta pemerhati kelembagaan itu sendiri.
"Dengan adanya kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di tindak lanjuti oleh Dinas Pendisikan se Indonesia mengistruksikan menjalankan kembali proses ke pramukaan di tingkat satuan pendisikan. Artinya peserta didik di wajibkan mengenakan pakaian pramuka pada hari hari tertentu, dan ini sudah berjalan sejak beberapa tahun terakhir," jelas Nur Salam saat melepas kontingen Kwarcab Kota Palu di ruang auditorium Pemkot Palu, Rabu (10/8).
Nur Salam mengatakan, pada tahun anggaran 2017 mendatang Dispora Kota Palu melalui bidang kepemudaan telah menyusun beberapa program, dan program kepramukaan menjadi rioritas Instansi yang di pimpinnya itu.
"Tahun depan program kepramukaan kita akan masukan untukndi bahas di tingkat legislatif," ujarnya
Di tempat yang sama, ketua kwarcab Kota Palu Aminuddin Adjo mengemukakan, keberadaan gerakan pramuka khusunya kwarcab Kota Palu saat ini tengah mengalami kendala.
Dimana kata Aminuddin, kendala itu terletak pada kemampuan finansial organisasi yang tidak memadai, bahkan anggaran pramuka sendiri yang di ambil dana hiba hingga kini belum nampak sama sekali.
"Sampai hari ini anggara paramuka khusunya kwarcab Kota Palu yang katanya dari dana hiba tidak jelas keberadaannya. Sampai sampai kantor kwarcab sendiri sampai hari ini belum di bayar, karena anggaran tidak ada," keluhnya.
Mantan Sekot Palu itu meminta, sekiranya Pemerintah Kota (Pemkot) Palu dalam pembahasan anggaran perubahan nanti, setidaknya bisa memasukan program pramuka sehingga, organisasi ini bisa membiayayai dirinya dan kebutuhan rumah tangganya. WN

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama