Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SULAWESI

EDUKASI

» » » Bentrok Pasar Inpres Salah Paham
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama

PALU - Pasca ricuh pedagang pasar Inpres Manonda dengan petugas Satpol PP, Pemerintah Kota (Pemkot) Palu meminta oknum yang membuat kegaduhan bertanggung jawab atas perusakan pos penjagaan milik aparat Pol PP.
Karena terbakar emosi, pedagang sempat melempari dan mengejar petugas menggunakan senjata tajam (Sajam) hingga merusak tenda petugas yang tengah berdiri.
Bentrok itu bermula pada Kamis pagi kemarin, saat Pol PP tengah menertibkan sejumlah pedagang yang masih berjualan di luar pasar. Karena pedagang tetap saja berjualan di luar saat di tertibkan berulangkali, akhirnya Pol PP terpaksa menyita sejumlah jualan pedagang.
Karena tidak terima barang jualanya di sita, akhirnya puluhan pedagang itu mendatang pos penjagaan Pol PP, tepat di bundaran Pasar Inpres.
Menanggapi itu Pemkot Palu melalui Asisten II bidang ekonomi pembangunan Ansyar Sutiadi menyatakan, agar oknum yang memicu bentrok itu bertanggung jawab.
"Oknum yang melakukan insiden itu sudah di amankan pihak Polsek Palu Barat, dari informasi yang kami terima baru satu orang," kata Ansyar di Palu, Jum'at (12/8).
Di kemukakannya, dari insiden itu dirinya telah bertatap muka dengan warga jalan cempedak di Kelurahan Kamonji Kecamatan Palu Bara, membahas persoalan tersebut. Dari pertemuan itu kata Ansyar, pihak masyarakat sudah memahami dan menerima penjelasan Pemkot Palu.
"Kami sudah bertemu dengan masyarakat Cempedak, kami sudah jelaskan kepada mereka, dan mereka sudah mengerti tentang posisi yang ada," jelasnya.
Menurutnya, kejadian itu hanya salah paham dan kemudian ada tindakan yang berlebihan dari pihak pedagang sehingga menimbulkan gejolak. Namun, hal itu sudah bisa teratasi dan situasi Pasar khususnya di Jalan cempedak sudah kondusif.
Meski begitu tambah Ansyar, melalui Camat Palu Barat dirinya meminta agar tenda yag di pergunakan sebagai pos pemantau pasar milik Pol PP di dirikan kembali seperti semula, pasca di robohkan sejumlah pedagang.
"Jadi, kami minta melalui Camat Palu Barat dirikan kembali tenda yang di robohkan itu. Penertiban terus di lakukan hibgga batas waktu yang belum di tentukan," pungkasnya. WN

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama