Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SULAWESI

EDUKASI

» » » » Pengusutan Kasus Gernas Kakao Dipertanyakan
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama


ilustrasi

Parimo- Pengusutan program Gernas Kakao di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Parimo kini dipertanyakan. Pasalnya, beberapa waktu lalu Kejari Parimo dikabarkan telah melakukan pengusutan terhadap program berbandrol APBN Rp46 miliar itu. Namun kini, sejauh mana tindaklanjut pengusutan program yang melekat di dinas perkebunan provinsi itu, belum ada kejelasan.
“Telah beberapa bulan pasca rutinnya pemberitaan di media terkait gernas kakao yang diusut Kejari, kini tidak ada lagi kabarnya. Harusnya Kejari Parimo mengekspos sudah sampai di mana penanganan kasusnya, sehingga publik tidak bertanya-tanya,” ujar Sekretaris Himpunan Pemuda Peduli Parigi Moutong (HP3M) Risnal, belum lama ini.
Menurut Risnal, alasan HP3M meminta kejelasan penanganan kasus gernas itu lantaran uang negara yang digelontorkan tidak sedikit yakni puluhan miliar. “Dan saya juga membaca di media bahwa ada dugaan pencatutan nama kelompok dalam kasus itu, meski akhir-akhir berkembang bahwa ada kemiripan nama, dan bukan pencatutan,” kata Rinal.
Menurut Risnal, Kejari Parigi harusnya segera menyampaikan hal yang sebenarnya ke publik, khususnya terkait adanya dugaan pencatutan nama, serta adanya kemiripan nama kelompok penerima.
“HP3M sempat melihat pernyataan pihak dinas perkebunan provinsi di media yang menyebutkan bahwa tidak ada pencatutan nama kelompok, tapi yang terjadi adalah kemiripan nama. Itu adalah pernyataan sepihak dari pihak dinas. Harusnya ada juga pernyataan resmi dari pihak Kejari Parimo terkait hal itu. Kejari harus menegaskan apakah yang disampaikan pihak dinas perkebunan itu benar atau tidak,” ucap Risnal.
Data diperoleh media ini, dalam daftar Calon Petani/Calon Lahan (CPCL) pengajuan awal, dari sejumlah nama Kelompok Tani (Poktan), tidak ada nama Mega Cikola seperti yang disampaikan Kabid Pengembangan Usaha Perkebunan Dinas Perkebunan Sulteng Mulyadi Hiola. Dalam CPCL itu yang terdaftar nama Mega Coklat—nama yang mirip dengan Mega Cikola. dd

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama