Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SENGGANG

SULAWESI

EDUKASI

» » » » Pedagang Pasar Manonda Akan Ditertibkan
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama

PALU - Pemerintah Kota (Pemkot) Sabtu 30 Juli akan menertibkan pedagang yang berjualan di luar los termasuk pedagang berjualan di badan jalan pasar Inpres Manonda Kecamatan Palu Barat.
Penertiban itu, guna menata kembali wajah pasar tradisional tersebut. Pasalnya, pedagang yang berada di kawasan itu sudah melanggar aturan. Dimana, badan jalan di alih fungsikan sebagi tempat berjual.
 Pemerintah Kota Palu menggelar rapat persiapan penataan pasar Inpres Manonda di ruang Wali Kota Palu, bersama Forum komunikasi pimpinan daerah Kota Palu.
300 Pedagang Kaki Lima (PKL) berjualan di luar los itu yang terdata, akan di relokasi kedalam los yang telah di sediakan pemerintah. 300 pedagang itu tersebar di tiga titik jalan, yakni jalan Labu, Bayam, Kunduri, Kacang panjang dan Cempedak.
Sebelumnya Pemkot Palu telah melakukan sosialisasi kepada para pedagang yang berdagang di seputaran jalan tersebut, namuh sosialisasi itu tak kunjung di hiraukan. Sehingga, Pemkot Palu mengambil langkah tegas dengan melakukan penertiban.
"300 pedangan kaki lima PKLyang saat ini sudah terdata dipersilahkan masuk didalam pasar dan menempati lapak yang sudah disediakan oleh Pemerintah. Selama ini, pedangan hanya menempati ruas jalan, sehingga mengganggu aktivitas lalu lintas. Dan kondisi ini sudah berlangsung selama puluhan tahun," Jelas Wali Kota Palu Hidayat, saat memimpin rapat persiapan penertiban pasar manonda di Ruang kerjanya, Rabu
Di kemukakannya, Pemkot Palu menawarkan tiga opsi. Opsi pertama, jika nanti dalam proses relokasi los tidak cukup maka pedagang yang tersisa di arahkan ke pasar Keluraha Talise. Kemudian, opsi kedua, pedagang juga di arahkan ke pasar Bulili Kelurahan Petobo.
Dan opsi terakhir, jika pedagang juga tidak mau menempati kedua pasar yang sudah di rekomendasikan, maka dengan terpaksa pedagang bersangkutan di pulangkan dengan paksa.
“Tetapi kita mengutamakan pedangan yang sudah terdata terlebih dahulu. Sisanya yah dengan tiga pilihan itu,” sebutnya.
"Kemudian pedagang yang menempati lapak tersebut jangan ada lagi di pungut biyaya, kecuali retribusi pasar," tegasnya
Sementara, saat ini pengelolaan pasar Inpres Manonda telah diambil alih oleh pemkot Palu, yang sebelumnya dikelolah oleh PT Sari Dewi Membangun. Hal ini di klaim Pemkot, hingga hasil laporan investigasi diterima Wali Kota. bentuk laporan itu menyangkut legalitas kepemilikan aset bangunan  pasr inpers Manonda tersebut.
“Pembangunan gedung pasar yang dilakukan oleh  PT Sari Dewi untuk sementara dihentikan dulu, sambil memunggu laporan tim investigasi,” bebernya.
Selain itu, pasca penertiban nanti sambung Hidayat, Pemkot Palu akan mendirikan dua posko pemantau aktivitas pasar. Yang mana di dalamnya TNI dan Polri serta Satuan Polisi Pamong Praja (Pol-PP).
"Kita akan pasang pos pemantau dengan personil TNI dan Polri serta Pol-PP Kota Palu," pungkasnya. WN

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama