Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SULAWESI

EDUKASI

» » » » » PANCASILA PERLU DI MASYARAKATKAN
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama

PALU - Diera saat ini dasar negara Republik Indonesia nampaknya mulai luntur, sehingga Penyelenggara pemerintah Pusat mengistruksikan agar pancasila lebih di akrabkan lagi kepada masyarakat Indonesia.
AnggotA komisi III DPR-RI bidang Hukum, HAM, dan Keamanan, Tb. Soenmandjaja mengemukakan, menurunnya nilai pancasila di tengah masyarakat saat ini di picu salah satunya lajunya perkembangan arus golobalisasi.
Selain itu, memasyarakatkan pancasila juga atas dasar amanat Undang Undang nomor 17 tahun tahun 2014 sebagai mana di ubah dengan Undang Undang nomor 42 tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD atau sering di kenal dengan Undang Undang MD3.
"Iya, ini atas dasar istruksi amanat Ungdang Undang nomor 42 tahun 2014 tengtang MPR, DPR, DPD, dan DPRD," kata Soenmandjaja, saat wawancara eksklusif bersama sejumlah awak Media di Palu, Rabu (27/7).
Selain memasyarakatkan pancasila, UU MD3 juga mengistruksikan, kepada MPR mendekatkan UU dasar tahun 1945, kemudian Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Bihinneka tunggal ika.
anggota badan legislasi DPR-RI itu mnyatakan, sesuatu keniscayaan sejarah yang dinamis dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat serta bangsa dan negara. Watak pancasila di gali daei akar budaya masyarakat Indonesia sejak zaman dulu.
"Nah, ini sesungguhnya yang perlu di ketahui oleh khalayak luas, bahwa Pancasila itu di gali dari akar budaya masyarakat Indonesia oleh pendiri bangsa ini," ujarnya.
Disamping itu, tergerusnya nilai nilai bangsa (Pancasila) di tengah masyarakat diakibatkan juga oleh  ketetapan MPR nomor II/MPR/1978 tentang eka preaseta pancakarsa di cabut melalui ketetapan MPR tahun 1998.
"Saya memberikan satu contoh, saat mengenyam dunia pendidikan di bangku sekolah hingga perguruan tinggi, pasca di cabutnya ketetapan MPR nomor II/MPR/1978 tentang eka preasetya pancakarsa, semua mata pelajaran yang berkaitan dengan nilai nilai kebangsaan ikut di ubah. Nah sekarang tinggal mata pelajaran kewarganegaraan saja, pancasilanya si tiadakan," tuturnya.
Sehingga, pemerintah pusat lanjut dia, memperkuat kembali ideologi kebangsaan lewat badan pengkajian PMR-RI. Sehingga nilai nilai kebangsaan kembali tumbuh di tengah masyarakat saat ini
"Banyaknya pertikaian, teror dan lain sebagainnya, ini karena  minimnya pengetahuan serta pudarnya ideologi kebangsaan kita," pungkasnya. WN

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama